Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Mendengar Suara Tangis dari Ujung Utara Kota Medan

Redaksi - Minggu, 13 Juli 2025 09:45 WIB
Mendengar Suara Tangis dari Ujung Utara Kota Medan
Pixabay
Kota Belawan

MATATELINGA,Belawan: Salah satu ibukota Kecamatan di bagian Utara kota Medan, Belawan menjadi salah satu nama yang seharusnya menyimpan kebanggaan. Belawan menjadi salah satu Pelabuhan Terbesar di Sumatera Utara yang dahulu dikenal sebagai denyut nadi perdagangan.

Pelabuhan ini juga menyimpan banyak kenangan bagi para calon jemaah haji di masa lalu yang diberangkatkan dengan Kapal Tampomas menuju Mekkah.

Baca Juga:

Seiring waktu berjalan, kota diujung Utara kota Medan yang kerap juga disebut kawasan Medan Utara. belakangan ini semakin banyak catatan luka yang kian menganga. Setiap lembar berita, setiap bisikan cerita di warung kopi, dan setiap unggahan netizen di Media Sosial meluapkan rasa kecewa, marah dan ada apa dengan ujung Utara kota Medan ini...?

Sudah bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun, Belawan seperti ditinggalkan oleh mereka yang pernah berjanji akan membawa perubahan. Beberapa catatan luka yang mendalam tertuang dalam hati sanubari kita, antara lain :

Baca Juga:

- Tawuran yang tak kunjung usai.

- Geng motor yang bergentayangan bebas.

- Begal yang tak segan melukai.

- Premanisme yang merajalela.

- Dan Narkoba yang mencabut masa depan generasi muda sejak usia dini.

Semua itu bukan cerita baru, melainkan kisah lama yang diulang-ulang hingga tak ada lagi yang terkejut.

Baca Juga:

"Belawan bukan mati… tapi perlahan dilupakan."

Ketika Hukum Hanya Sebatas Lambang

Di kota kecil ini, ada Lantamal, ada POMAL, POMAD, Danyon, Polres, Polsek, hingga Kejaksaan. Tapi semua seolah jadi penonton. Sementara anak-anak muda, sebagian karena hilangnya harapan, memilih jalan yang penuh kekerasan.

Baca Juga:

Yang kuat menang, yang lemah pasrah. Dan hukum... hanya tinggal papan nama di kantor-kantor megah.

Mobil Kapolres pernah dilempar. Anggota DPRD diserang. Kapolsek cedera. Kalau itu belum cukup membuka mata, lantas apa lagi yang bisa..?

Janji Politik, Tak Pernah Terwujud Sampai ke Lorong Lorong

Baca Juga:

Tiap musim Pemilu, lorong-lorong sempit Belawan dihiasi baliho penuh janji. Tapi setelah menang, suara warga hilang tak terdengar. Lapangan kerja hanya jadi isapan jempol. Perusahaan-perusahaan besar enggan menerima anak lokal.

Malah lebih mudah masuk lewat "orang dalam" atau jalur gelap. Padahal yang dibutuhkan masyarakat cuma satu: kesempatan yang adil.

"Belawan bukan kota malas, tapi kota yang dilumpuhkan oleh sistem yang tak peduli."

Baca Juga:

Kami Ingin Damai, Tapi Siapa yang Peduli..?

Warga Belawan bukan minta lebih. Kami hanya ingin anak-anak bisa main bola tanpa takut dibegal. Ingin tidur malam tanpa suara motor dengan knalpot bising dan dentuman senjata tajam. Kami ingin hidup tenang, seperti warga lain di kota besar.

Tapi rasanya itu terlalu mewah untuk kami. Karena setiap kami bersuara, suara kami hilang di tengah riuhnya politik dan kepentingan ekonomi.

Baca Juga:

Membuka Mata Indonesia, Belawan Perlu Diselamatkan

Baca Juga:

Jika Belawan dibiarkan begini terus, maka luka ini akan jadi borok yang membusuk. Dan bukan hanya warga yang menderita, tapi nama baik Sumatera Utara dan Indonesia juga ikut tercoreng.

Belawan bisa bangkit. Asal Para Pemimpin dan Wakil Rakyat Berani Turun Ke Lorong, Bukan Hanya di Podium. Asal aparat bertindak untuk rakyat, bukan untuk kepentingan penguasa. Asal ada keberanian untuk menyentuh masalah sampai ke akarnya.

Ini bukan hanya soal keamanan. Ini soal harga diri bangsa.

Baca Juga:

Suara Kami Anak Belawan Adalah Suara Bangsa

Hari ini, biarlah tulisan ini menjadi saksi. Bahwa di ujung utara Medan, ada sekelompok manusia yang masih percaya pada perubahan. Yang masih berdoa, agar tangis ini tak abadi. Agar luka ini bisa sembuh. Agar anak-anak kami tak mewarisi kota yang penuh trauma.

Baca Juga:

Penulis Meldi Rahin

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Tawuran Belawan Diduga Kuat Dikendalikan Bandar Narkoba, Masyarakat Tuntut Tindakan Tegas Aparat
Gerak Cepat Lantamal I Amankan Barang  Curian Di Perairan Belawan
Ketahanan Pangan dan Tanam Jagung Serentak di Kebun Kelambir V
Rangkaian Pelindo Day ke-4: Pelindo Regional 1 Belawan Salurkan 500 Paket Sembako ke Panti Asuhan
Reza Pahlevi Sayangkan Penimbunan Paluh, Minta APH Bertindak
Saipul Bahri Sidak Penimbunan Anak Sungai di Belawan
 
Komentar
 
Berita Terbaru