AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan fasilitas terbaik untuk penyelenggaraan Piala AFF U19 2026
Berita Sumut
MEDAN - Jama’ah Nahdlatul Ulama bukanlah yang lahir pada tanggal 31 Januari 1926, melainkan yang melahirkan Jam’iyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1926. Nahdlatul Ulama dari sisi ajaran yang mentradisi itu telah ‘membatin’ sekian lama di masyarakat Nusantara jauh sebelum terbentuknya Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi.
Oleh : Kyai Haji Akhmad Khambali
Saat berbicara tentang Nahdlatul Ulama, baik dalam konsep pemikirannya, struktur organisasinya terlebih sejarahnya akan selalu menarik. Bahkan secara teologis, Nahdlatul Ulama ada dalam pengetahuan dan kehendak Tuhan mendahului semesta seisinya diciptakan.
Ini dimaksudkan agar siapapun yang hendak memaknai, memahami atau mengkritisi NU agar benar-benar beranjak dari niat yang baik dengan penuh kehati-hatian, mengingat sakralitas NU penuh keluhuran sekaligus kemasyhuran. Apalagi jika sekadar menjadikan wacana sistem pemilihan kepemimpinan NU sebagai hal yang membuat kita akan terpolarisasi sedemikian rupa dan mengganggu soliditas Nahdlatul Ulama.
Sejarah telah mencatat bahwa NU yang lahir sejak 1926 ini telah memberikan sumbangsih besar terhadap kehidupan bernegara dengan semangat dan karakter kebangsaan yang Indonesia sekaligus ke-Indonesia-an yang Islami. Meskipun dalam perjalanannya senantiasa mengalami ujian baik internal terlebih eksternal, namun dengan ke-Indonesia-an yang Islami itu pula yang membuat NU tetap berbakti dan mengabdi hingga hari ini.
Kaintannya dengan itu, keberadaan Munas-Konbes NU tahun ini, menyangkut sistem penentuan kepemimpinan dalam organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia ini menjadi sangat urgen dan menentukan arah dan haluan organisasi NU tersendiri, termasuk juga peran sertanya menyikapi fenomena sosial keagamaan dunia, pendidikan serta ekonomi politik kebangsaan.
Nahdlatul Ulama dari sisi ajaran yang mentradisi itu telah ‘membatin’ sekian lama di masyarakat Nusantara jauh sebelum terbentuknya Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi. Sehingga membincang Nahdlatul Ulama, baik dalam konsep pemikirannya, struktur organisasinya terlebih sejarahnya akan selalu menarik.
Menyangkut sistem penentuan kepemimpinan dalam organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia ini menjadi sangat urgen dan menentukan arah dan haluan organisasi NU tersendiri, termasuk juga peran sertanya menyikapi fenomena sosial keagamaan dunia, pendidikan serta ekonomi politik kebangsaan.
Dalam konteks pelaksanaan dan tatacara pergantian kepemimpinan, NU memiliki perangkat dan aturan Konstitusi, yaitu AD/ART NU. Musyawarah di definisikan sebagai suatu pertemuan yang dapat membuat keputusan dan ketetapan organisasi yang dikiuti oleh struktur organisasi di bawahnya (Bab IX Pasal 21 ayat 1 AD/ART NU).
[br]
Salah satunya yang mencuat yaitu sistem ahlul halli wal aqdi yang disusun oleh panitia Munas-Konbes NU dimana draf sistem ini dianggap menjadi salah satu solusi dalam sistem pemilihan kepemimpinan masa depan NU.
Menerapkan pemilihan pemimpin dalam lingkungan Nahdlatul Ulama melalui Ahlul Halli Wal-Aqdi adalah konsep idealitas meskipun di sisi lain oleh sebagian pecinta NU dianggap pula belum saatnya jika hal itu diposisikan sebagai jawaban realitas ke-NU-an kita hari ini.
Namun, sistem ahlul halli wal aqdi ini diharapkan mampu menghindarkan perselisihan dan perpecahan serta praktek pemilihan yang tidak bersih, khususnya sekaitan dengan sisi negative pemilihan langsung yang cenderung bercitarasa transaksional-pragmatis.
Konsep Ahlul Halli Wal-Aqdi pernah diterapkan dalam sejarah perkembangan NU dalam penetapan kepemimpinan sejak NU berdiri tahun 1926 sampai tahun 1952 ketika NU menjadi partai politik. Kemudian diterapkan kembali pada muktamar NU ke-27 di Situbondo tahun 1984 ketika NU kembali ke khitthah tahun 1926. Sehingga dalam konteks pergulatan tentang tatacara NU dalam proses pemilihan pimpinan dalam NU tidak memiliki ketetapan baku, dalam artian bahwa pemilihan kadang dilakukan melalui musyawarah keterwakilan atau ahlul halli wal aqdi (Electoral Collage),
Kejadian Muktamar NU ke 33 di Jombang jelas dirasakan bahwa dalam arena itu dikuasai para calo politik. Hasil Muktamar NU ke 33 di Jombang, Rais 'Aam dibuat mainan oleh para calo politik. Kenapa para intelektual, para profesor, para duktur dan para calon duktur tidak membuat rumusan untuk memperkuat "ahlul halli wal 'aqdi" yang sanggup menepis permainan para POLITISI BUSUK mengobrak-abrik Muktamar NU.
Perumusan Ahlul Halli Wal Aqdi meliputi :
1. Tambahan kriteria yang bisa dipilih menjadi Ahluk Halli Wal Aqdi. Misalnya yang punya NU kan pesantren. Jadi yang dipilih menjadi Ahlul Halli Wal 'Aqdi adalah Kyai Pesantren yang memiliki murid minimal 10.000 santri misalnya. Jumlah Ahlul Halli Wal 'Aqdi menjadi 19 orang misalnya.
2. Wewenang Ahlul Halli Wal 'Aqdi misalnya ditambah:
- Memilih Rais 'Aam PBNU
- Bersama Rais 'Aam PBNU terpilih, memilih Ketum Tanfidziyyah PBNU.
Sehingga kedudukan Rais 'Aam itu power full dan tidak memungkinkan para POLITISI BUSUK gentayangan di arena Muktamar NU.
Jika kita semua sepakat melalui Tim Ahlul Halli Wal 'Aqdi, Insyaa Allah akan bersih dari permainan ini. Semoga Muktamar NU di Lampung nanti berjalan sesuai tradisi NU dan menjaga Muru'ah para Ulama dan Marwah Nahdlatul Ulama dari kepentingan-kepentingan pragmatis. Semoga!!!
(Penulis adalah Aktivis NU dan Ketua Umum Gema Santri Nusa)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan fasilitas terbaik untuk penyelenggaraan Piala AFF U19 2026
Berita Sumut
MATATELINGA Jakarta Di tengah derasnya arus globalisasi, mobilitas manusia meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dekade sebelumnya. Ba
Nasional
MATATELINGA, Sipispis Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sipispis, Dawi Afnida Damanik melaksanakan kegiatan tahsin AlQur&039an bagi para la
Lifestyle
MATATELINGA, Asahan Bupati Asahan yang didampingi kepala Dinas PUTR serta Camat Buntu Pane dan Kapolres Asahan hadir ditengah tengah warga
Berita Sumut
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengunjungi Pool Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan
Berita Sumut
MATATELINGA, Belawan TNI AL Komando Daeral 1 Angkatan Laut I (Kodaeral I), POMAL Kodaeral I membakar gubuk sarang narkoba pada Kamis (0
Berita Sumut
MATATELINGA, Asahan Setelah diloloskannya dua unit truck tangki milik pendor Pertamina yang membawa BBM dari depan warga masyarakat yang se
Berita Sumut
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap didampingi Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragi
Berita Sumut
MATATELINGA, Simalungun Polres Simalungun Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang humanis dan berintegr
Lifestyle
MATATELINGA Medan Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan tren p
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang Dalam rangka mendukung program Pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto terkait pembangunan dan perbaikan infrastru
Berita Sumut
JNE menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam keras atas insiden pembegalan yang menimpa Hasan Alnazhari salah satu kurir saat menjala
Nasional