Hari Lansia ke 30, Bupati Bilang Lansia Sumber Semangat Generasi Muda
MATATELINGA,Simalungun Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan menggelar peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke3
Lifestyle
Oleh : Akhmad Khambali, SE, MM
Ketua Presidium Gema Santri Nusa
Kata santri berasal dari bahasa Sanskerta yaituShastriatauCantrikyang berarti seseorang yang mempelajari kitab agama Hindu. Sedangkan tempat atau pemukiman yang digunakan untuk belajar kemudian disebut dengan pe-Shastri-an atau pesantren.
Begitu pula kyai, kyai adalah nama atau istilah untuk sesuatu yang dianggap keramat atau berpengaruh. Seperti Tombak Kyai Plered merupakan sebuah pusaka milik kerajaan Mataram yang pernah digunakan oleh Dhanang Sutawijaya untuk menghadapi Arya Penangsang dalam perang tanding, sehingga Dhanang Sutawijaya keluar sebagai pemenangnya dan menduduki tahta kerajaan.
Namun seiring perjalanan waktu, istilah Kyai lebih diidentikkan dengan seorang tokoh karismatik yang menjadi pemuka agama atau pengasuh sebuah pesantren. Dalam lembaran sejarah negeri tercinta ini, santri tak pernah absen memberikan kontribusinya saat negeri ini membutuhkan walaupun pada akhirnya santri tetap dipandang sebelah mata.
Makna lain dikemukakan oleh salah satu tokoh terkemuka yaitu Gus Mus yang mengatakan bahwa santri merupakan kelompok orang yang memiliki kasih sayang pada sesama manusia dan pandai bersyukur. Ia menguraikan lebih luas mengenai makna santri dalam perspektif sosial.
Bahwa seseorang yang mencintai negaranya, sekaligus menghormati guru dan orang tuanya kendatipun keduanya telah tiada juga dikatakan santri. Oleh karena itu, tak jarang kita mendapati peringatatan satu hari dalam memperingati “Hari Santri” yang di tetapkan pada tanggal 22 Oktober.
Peran santri juga tidak terlepas dari peran sosok mulia yang disebut Kyai. Kyai, santri dan pesantren merupakan ciri khas Islam Indonesia. Sebab, kyai dengan pesantrennya, santri dengan pengetahuan, semangat dan tekadnya telah eksis di bumi persada Nusantara, bahu membahu untuk membangun negeri, bahkan mereka rela menumpahkan darahnya, menyabung nyawa dan mengorbankan hidupnya demi tegak dan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di pondok pesantren, santri diharuskanmuqimatau menetap selama beberapa kurun waktu yang telah ditentukan untuk mengkaji kitab-kitab klasik karya monumental dari para ulama terdahulu, untuk kemudian diamalkan untuk dirinya sendiri sekaligus sebagai bekal untuk hidup di tengah-tengah masyarakat.
Secara tradisi, setiap menjelang bulan Ramadhan santri akan pulang ke rumah masing-masing atau yang lebih terkenal dengan istilah liburan pesantren. Momentum ini biasanya digunakan oleh para santri untuk melepas rindu dengan keluarga, orang-orang tercinta atau ngaji kitab pada kyai saat bulan Ramadhan atau yang lebih populer disebut dengan istilah Ngaji Posonan.
[br]
Namun berbeda halnya dengan liburan Ramadhan tahun ini, akibat keadaan negeri yang kurang baik karena merebaknya pandemi Covid-19 atau virus Corona, para santri tidak bisa lagi secara maksimal melaksanakan aktivitas silaturahmi dengan kerabat dan orang-orang terdekat secara maksimal, karena imbauan dari pemerintah untuk selalu menjaga jarak dengan sesama demi keselamatan bersama.
Bahkan, ngaji kitab pada saat bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum bahagia bagi para santri untuk tetap menimba ilmu dan berinteraksi dengan kyai tercinta, kini sudah tidak bisa lagi dilakukan karena semua kegiatan tempat pendidikan formal maupun nonformal diberlakukan agarlockdownuntuk sementara dan harus dilakukan secara online dengan memanfaatkan kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi.
Meski demikian, santri tidak boleh menyerah dan putus asa, karena masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang dapat dilakukan untuk mengisi liburan, seperti berkumpul bersama keluarga dan yang tak kalah pentingnya mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dan kondusif dalam menghadapi keadaan ini.
Di tengah keadaan seperti saat ini, santri harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat karena santri adalah pemegang saham terbesar di negeri ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin.
Santri harus mempelajari lingkungan sekitar atau peristiwa yang sedang terjadi saat ini mengenai pandemi Corona, mempelajari berbagai ragam informasi yang berseliweran di media sosial yang terkadang saling bertentang antara satu dengan yang lainnya agar masyarakat tak mengalami dilema dan kebingungan akibat rendahnya literasi mengenai informasi, khususnya mengenai Covid-19 dan mudahnya orang-orang menyebar informasi sebelum menfilternya.
Dengan penguatan literasi ditambah dengan wawasan akademik yang memadai santri dapat menjadi sosok kredibel untuk memberikan informasi mengenai Covid-19.
Kemudian langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh para santri adalah menyampaikan dakwahnya pada khalayak masyarakat sebagai refleksi kesantriannya yang selama di pesantren telah mengkaji dan belajar Al-Qur’an, Hadits, Fiqih dan kitab-kitab klasik lainnya.
Dan yang terakhir, santri harus bisa mendudukkan persoalan bahwa wabah ini bukan serta-merta ada tanpa campur tangan Tuhan, karena adanya wabah ini merupakan musibah atau ujian dari Tuhan untuk menguji hamba-hambanya.
Maka dari itu, santri harus mengedukasi masyarakat untuk senantiasa melakukan ikhtiar dzahir seperti menjaga kesehatan, cuci tangan secara rutin, menjaga jarak dan lain sebagainya sebagaimana telah dianjurkan oleh para ahli medis.
Di samping itu, sebagai seorang santri yang spesialisnya di bidang agama, santri juga harus menganjurkan pada masyarakat untuk selalu melakukan ikhtiar batin dengan memperbanyak membaca istighfar, istighatsah, membaca shalawat thibbil qulub, membaca qunut nazilah di setiap shalat fardhu dan lain sebagainya untuk mendekatkan diri pada sang pencipta sekaligus mengetuk pintu langit agar wabah ini cepat diangkat.
Pada intinya, sebagai penerus para ulama atau kyai, santri harus bisa eksis di tengah-tengah masyarakat sebagaimana para ulama atau kyai yang mendedikasikan hidupnya untuk umat selaku sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya yaitu “pewaris para nabi” sesuai sabda Nabi:al-‘ulama waratsatul anbiya’. Begitulah seharusnya para santri merefleksikan dirinya di tengah-tengah masyarakat, bukan malah menggunakan liburan untuk leha-leha sembari ongkang-ongkang kaki sambil main game.Wallahu A’lam.
SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL "Santri Sehat, Indonesia Kuat"
MATATELINGA,Simalungun Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan menggelar peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke3
Lifestyle
Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global serta kemampuan eksekusi yang lebih cepat
Ekonomi
Pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke50 Tahun 2026 antusias memeriksa kondisi kesehatannya terutama kadar gula, kolesterol,dan asa
Berita Sumut
MATATELINGA,Simalungun Kapolsek Gunung Malela AKP Hengki B. Siahaan, S.H., saat dikonfirmasi mengungkapkan keberhasilan jajarannya dalam me
Berita Sumut
Di tengah berbagai perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang ibu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengaku siap bera
Nasional
MATATELINGA,ItaliaKetika seorang pembalap putri terlihat memacu motor balap milik Marc Marquez, menjadi Pemandangan menarik terlihat di sel
Otomotif
MATATELINGA,Istanbul Ditengah kembali meningkatnya eskalasi dengan AS. Jika terjadi serangan baru terhadap wilayahnya, Iran mengancam akan
Internasional
MATATELINGA Ketua Daerah Kodaeral I, Ny. Lia Deny Septiana, bersama Pengurus Daerah Kodaeral I Gabungan Jalasenastri Koarmada RI melaksanak
Berita Sumut
MATATELINGA, ManchesterRuben Amorim resmi bertugas sebagai pelatih kepala AC Milan setelah diperkenalkan klub pada Rabu (8/7/2026) dan dia
Bola
MATATELINGA,Palas Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor Padang Lawas (Satbinmas Polres Palas) go to school Pondok Pesantren (Ponpes
Lifestyle
MATATELINGA,Jakarta Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, pukul 07.15 WIB, selain cabai rawit merah dan telur ayam tercatat
Ekonomi
MATATELINGA, Belawan Pelindo Regional 1 mengingat jasa jasa pensiunan memberikan cendramata sambil silaturahmi priode Januari Juni 2026.P
Lifestyle