JAKARTA - Matatelinga, Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi Sapto Pribowo, mengakui adanya kelemahan di KPK. Salah satu kelemahan yang harus dievaluasi, menurut Johan, yakni etika berkomunikasi, baik itu di internal maupun eksternal dengan lembaga lain.
Menurut Johan, lembaganya itu harus membangun komunikasi dengan lembaga yang menjadi mitra pendukungnya seperti Polri dan DPR RI. "Ada yang perlu diperbaiki di KPK yaitu cara berkomunikasi yang memunculkan gesekan KPK dengan Polri dan Komisi III DPR," ujar Johan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).
Johan menuturkan terhambatnya komunikasi dengan dua lembaga itu terjadi saat kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri pascapenetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.
Tak sampai di situ, kisruh ini pun semakin parah setelah beberapa komisioner KPK yang kini telah dinonatifkan satu persatu dilaporkan ke Bareskrim Polri, bahkan ada yang sudah menjadi tersangka. "Kami tidak bisa kerja, dua bulan itu rapat-rapat saja. Siapa yang akan dipanggil. Program pencegahan, dan penindakan berhenti. Dari peristiwa itu, saya evaluasi keseluruhan," jelasnya.
Johan pun mengeluhkan lembaganya masih kekurangan fasilitas dan juga jumlah penyidik. Namun, mantan juru bicara KPK itu tetap mengajak para wakil rakyat untuk mendukung kinerja KPK dalam memberantas korupsi. "Melalui forum ini mengajak untuk mendukung KPK. Kami pun masih kurang penyidik dan sarana prasarana," pungkasnya. Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (9/4/2015)
(Fit)