MATATELINGA, Jakarta: Sisa lumpur akibat terjadi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi. Pandangan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbuka usai kunjungannya ke kawasan hunian korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.
Prabowo menyebutkan, laporan dari pemerintah daerah menyebutkan adanya minat dari pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur bekas banjir tersebut. Pemanfaatan tidak terbatas pada material yang berada di sungai, tetapi juga lumpur yang menumpuk di area persawahan dan wilayah lainnya.
Baca Juga:
"Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak- pihak swasta yang tertarik, dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana. Jadi, tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya," ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran daring YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/1/2026).
Tumpukan lumpur yang menyebabkan pendangkalan di kawasan kuala, yakni pertemuan aliran sungai yang bermuara ke laut, dinilai dapat ditangani secara lebih efektif melalui langkah terpadu.
Prabowo pun membuka peluang apabila pihak swasta ingin membeli lumpur tersebut. Menurut Presiden, hasilnya dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.
"Kalau ada swasta mau beli ya monggo, (keuntungannya) silakan langsung dinikmati oleh daerah-daerah. Ya kan? Wah, Gubernur-Bupati ada semangat kalau tahu begitu. Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa proses pembersihan lumpur sisa banjir di wilayah Sumatra terus dilakukan dengan cepat dan efisien.