Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Rutan Salemba Gelar Program Kemandirian Otomotif untuk Warga Binaan

James Pardede - Senin, 22 Desember 2025 15:04 WIB
Rutan Salemba Gelar Program Kemandirian Otomotif untuk Warga Binaan
Matatelinga/Istimewa
Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, memberi perhatian besar pada pembinaan dan peningkatan keterampilan para warga binaannya.

MATATELINGA, Jakarta : Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, memberi perhatian besar pada pembinaan dan peningkatan keterampilan para warga binaannya.

Salahsatu program unggulan yang digagas oleh pihak Rutan adalah pelatihan kemandirian di bidang otomotif, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar dapat mandiri setelah menjalani masa hukuman.

Kepala Rutan Salemba, Wahyu Trah Utomo, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan potensi dan keterampilan warga binaan, khususnya di bidang restorasi kendaraan bermotor.

"Selain menggelar program pendidikan paket ABC, kami juga menjalankan program kemandirian di bidang otomotif," ujar Wahyu dalam wawancara eksklusif di program Bincang Tipis-Tipis yang disiarkan di akun Erman Tale Daulay.

Baca Juga:
"Di sini, warga binaan tidak hanya diajarkan cara memperbaiki motor yang rusak, tetapi juga merakit motor dari nol. Mereka dilatih untuk bisa mengembalikan kendaraan yang usang menjadi seperti baru," lanjutnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa hasil dari program restorasi kendaraan ini sudah membuahkan prestasi, dimana beberapa motor yang telah direstorasi oleh warga binaan bahkan berhasil memenangkan kontes restorasi motor.

"Kami berhasil meraih Best Suzuki di kontes restorasi yang diadakan di Cikarang pada Februari 2025. Ini merupakan bukti nyata bahwa keterampilan yang diajarkan di sini sangat berkualitas," katanya seraya memotivasi warga binaan untuk lebih giat lagi meningkatkan keterampilan.

Di awal program, setiap warga binaan menjalani proses assessment untuk mengetahui minat dan bakat mereka.

"Jika ada yang tertarik di bidang otomotif, mereka akan kami salurkan ke bagian restorasi kendaraan. Kami juga memperhatikan perilaku mereka. Program ini hanya diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan sikap baik," tambah Wahyu.

Selain pelatihan keterampilan, warga binaan juga menerima premi atau kompensasi dari hasil pekerjaan mereka. Namun, dana tersebut tidak diberikan langsung, melainkan disimpan dalam tabungan mereka dan bisa dicairkan saat dibutuhkan, misalnya untuk kebutuhan keluarga.

"Premium ini disimpan di tabungan mereka dan bisa diambil ketika mereka membutuhkan, seperti untuk membeli kebutuhan anak mereka atau keperluan lainnya," jelas Wahyu.

Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna bagi kehidupan mereka setelah menjalani masa hukuman. Wahyu juga menekankan bahwa Rutan Salemba kini mengutamakan pembinaan, bukan lagi sekadar penghukuman.

"Paradigma kami sudah berubah. Jika dulu penjara erat dengan kekerasan, sekarang kami fokus pada pembinaan. Kami ingin warga binaan kami memiliki keterampilan yang berguna setelah bebas dan bisa berkontribusi positif di masyarakat," tutup Wahyu.

Dengan program-program seperti ini, Rutan Salemba membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan yang baik tidak hanya menghukum, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang dan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang berguna.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gaikindo Serahkan Nasib Industri Otomotif ke Pemerintah, Ini Jawaban Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Mobil Listrik Asal China Masih Menikmati Insentif Impor Utuh dari Pemerintah
Sejumlah Produsen Otomotif Memperkenalkan Model Baru Produk Mereka
Dinamika Industri Otomotif , Maraknya Pasar Low Cost Green Car
Mengubah Sampah jadi Rupiah di LP Perempuan Bandung
Kabiro SDM Kemenag RI-Kakanwil Kemenagsu Serahkan Penugasan PPPK Redistribusi Tahun 2022-2023
 
Komentar
 
Berita Terbaru