Selasa, 28 April 2026 WIB

BPPTKG : Gunung Merapi Alami Sebanyak 94 Kali Gempa Guguran

Redaksi - Kamis, 22 September 2022 08:45 WIB
BPPTKG : Gunung Merapi Alami Sebanyak 94 Kali Gempa Guguran
Hand over
Gunung Merapi
MATATELINGA, Yogyakarta : Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami 94 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Selasa (20/09/2022) pukul 00.00-24.00 Wib. Hal tersebut langsung dinyatakan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).


Perlu untuk diketahui, hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level 3 atau Siaga.


https: img.okezone.com content 2022 09 22 510 2672461 gunung-merapi-alami-94-kali-gempa-guguran-dan-38-gempa-vulkanik-dalam-ZVzhLH7RNK.jpg

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima km) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh km).

Baca Juga:Kunjungi Ponpes Tahfiz Quran Jabal Noor, Kapolda Sumut : Pesantren Lahirkan Generasi Muda yang Taat Agama

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga km) dan Sungai Gendol (sejauh lima km). Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (22/09/2022).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, demikian Agus Budi Santoso.


Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam keterangan tertulis mengatakan, selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat 38 kali gempa vulkanik dalam, empat gempa vulkanik.

"Berikutnya, dua kali gempa frekuensi rendah, 24 kali gempa fase banyak, dua kali gempa tektonik dan empat kali gempa embusan," kata dia pada Rabu (21/09/2022).

[br]

Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dengan ketinggian sekitar 75 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan itu, tercatat satu kali guguran lava ke luar dari gunung itu dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.


"Terdengar satu kali suara guguran dari Pos Babadan," ujar Agus.

Deformasi atau perubahan bentuk tubuh Merapi yang dipantau BPPTKG menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada 20 September 2022, menunjukkan laju pemendekan jarak rata-rata 0,8 cm dalam tiga hari.

Sementara itu, kata Agus, berdasarkan hasil analisis morfologi pada periode 9-15 September 2022, dari Stasiun kamera Tunggularum, Deles5 dan Ngepos, tidak teramati adanya pertumbuhan pada kubah lava di bagian barat daya maupun bagian tengah Merapi.

Volume kubah barat daya Merapi terhitung tetap sebesar 1.624.000 meter kubik, dan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru