MATATELINGA. Karanganyar - Bulan Ramadhan memiliki berbagai macam tradisi salah satunya berbagi-bagi makanan untuk berbuka puasa.
Setelah masyarakat mengkonsumsi makanan atau takjil untuk berbuka puasa, terjadi insiden keracunan massal, sebagaimana Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, keracunan itu terjadi di dua RT di Dusun Tuk Ringin, Desa Gerdu di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar.
Koordinator Karanganyar Emergency, Polet mengatakan takjil yang diduga sebagai penyebab terjadinya keracunan tersebut bukan berasal dari takjil yang berasal warga sendiri. Di mana disetuap bulan suci Ramadhan, warga di dusun tersebut memiliki tradisi selalu bertukar makanan antar warga.
Baca Juga:Pangdam I/ BB : Pastikan Penanganan WNI, PMI serta WNA, Karantina Secara Aman dan Lancar
"Dugaan awal keracunan tersebut berasal dari jaburan atau makanan. Bukan yang dibagikan di jalan atau di masjid, tapi setiap Ramadhan, warga memiliki tradisi selalu bertukar makanan," ujar Polet saat dikonfirmasi, Minggu (09/5/2021).
Menurut Polet, saat ini proses evakuasi warga yang keracunan tengah dilakukan. Puluhan mobil ambulance dari para relawan dikerahkan untuk membawa warga yang keracunan ke puskesmas. Karena jumlah warga yang keracunan cukup banyak, daya tampung puskesmas tidak bisa menampung warga yang keracunan.
Sehingga, sebagian warga yang keracunan langsung dievakuasi ke RSUD Kartini Karanganyar. "Ada 17 ambulance dari relawan dikerahkan untuk proses evakuasi warga. Karena daya tampung puskesmas tak cukup, maka dialihkan ke RDUD Kartini Karanganyar," tuturnya.
Sementara Kapolsek Karangpandan, Karanganyar, Iptu Puji Iptu Sri Pujiyanto, dikonfirmasi membenarkan. Menurut Kapolsek, sebenarnya makanan yang diduga penyebab masyarakat keracunan itu dikomsumsi saat berbuka puasa pada Sabtu 8 Mei 2021.
Saat itu warga RT 03 RW 08, Desa Gerdu, Karangpandan, mengkomsumsi makanan nasi oseng-oseng kancang panjang, tempe bacem, dan telur bacem di Masjid At-Taubah.
[br]
"Namun pada hari Minggu Pagi 9 Mei 2021. Korban merasakan mual-mual Pusing. Muntah Pegal di badan karena tidak berkuran kemudian di laporkan ke Polsek Karangpndan," ujar.
Karena jumlah warga yang merasakan gejala serupa terus bertambah, akhirnya terpaksa dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan untuk sampel makanan saat ini sudah berada di Laboratorium untuk memastikan penyebab warga keracunan.
"Untuk Sempel makanan sudah di bawa Pak Warsito Puskesmas Karangpandan untuk di labUntuk data korban masih pendataan," pungkasnya. (Mtc/Okz))