Senin, 06 Juli 2026 WIB

Setiap Harinya 500 Kasus, Angka Konfirmasi Positif Corona DKI Jakarta , Ko Bisa....?

Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2020 08:00 WIB
Setiap Harinya 500 Kasus, Angka Konfirmasi Positif Corona  DKI Jakarta , Ko Bisa....?
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta:  Berdasarkan data update harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, angka konfirmasi positif corona di Jakarta melonjak lebih dari 500 kasus setiap harinya. 

DKI Jakarta selalu menjadi provinsi penyumbang terbanyak angka kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19), dalam beberapa hari belakangan ini. 


Bahkan, belum ada penurunan kasus konfirmasi positif corona di Jakarta. Jika merujuk data dari Satgas Penanganan Covid-19, penambahan angka kasus konfirmasi positif di Jakarta relatif stabil yakni di angka 500 keatas setiap harinya.

Lantas, kenapa angka kasus positif corona di Jakarta selalu tertinggi dibanding daerah lainnya? Hal itu disebabkan karena tingkat penularan di Jakarta mengkhawatirkan ditambahkan pemeriksaan atau testing terhadap warga Jakarta terus dilakukan.

"Penyebabnya karena penularan yang meningkat dan testing yang meningkat," singkat Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2020).

Sebelumnya, Wiku sempat membeberkan salah satu cara untuk menekan penularan virus corona di Indonesia, khususnya Jakarta yakni dengan memperbanyak pelacakan (tracing) serta pengujian (testing) terhadap orang-orang yang terpapar Covid-19.

"Yang harus dilakukan kalau testingnya tinggi itu, ya harus dilanjutkan terus , testing yang tinggi itu kan bagus. Tracing aktif terus," tutur Wiku.


Tak hanya itu, sambung Wiku, tingkat penularan yang masih tinggi di Jakarta juga harus dihentikan dengan cepat. Caranya, dengan mendisiplinkan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

"Kalau penularannya direm kenceng, pasti kenaikan kasusnya lebih rendah. Nah kalau makin bagus, maka kasusnya sangat rendah, kalau terjadi kedisiplinan masyarakat yang tinggi," papar Wiku.

"Jadi caranya ya mendisiplinkan masyarakat sejak dari rumah. Kan dari rumah mereka kalau bekerja, dari rumah, perjalanan, di kantor, atau aktivitasnya mereka, mau dia aktivitas keagamaan, sosial, mungkin budaya, itu harus dikontrol. Karena kalau engga gitu jadi tinggi," sebutnya, dikutip dari laman Okezone.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru