kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88Kiyo4dkiyo4dkiyo4dakhir bulan pola menguntungkanrotasi game terukur profit stabilpola harian peluang menang cepatstrategi santai kemenangan konsistensistem terukur profit harianperubahan mikro fase stabil menguntungkanritme modal kecil berpeluangdisiplin analisis terukurfitur efektif dengan ritme tepatpola mikro fase stabil menguntungkananalisis dinamika pola maksimal bertahapanalisis frekuensi putaran strategi modernanalisis taktis strategi pertandingankonsistensi analisis potensi tingkat tinggipendekatan observasi dasar strategi bermainpengaturan durasi bermain profitperbandingan jam hoki strategi adaptifstrategi parlay konsisten data intuisistrategi parlay pengambilan keputusan cepatstrategi parlay uji konsistensireturn stabil dan fair play perubahanritme putaran kemenangan stabilsiklus putaran menunjukkan ritme tersembunyialgoritma cerdas modern sistemdata jalur kemenangan menarikfitur interaktif baru pengalaman dinamiskomputasi modern performa lebih stabilmekanisme digital hasil konsisten peluang kemenangan ritme berbedapendekatan bermain sistematis momentummomentum elektronik mahjong ways menyulut fenomena hiburan neo modernsimetri virtual obsidian realm menggeser peta aktivitas komunitas digitalturbulensi interaktif lunar predator menembus siklus hiburan kontemporerarsitektur siber zeus menghidupkan resonansi dunia virtual barupulsasi dinamis titan horizon memecah struktur komunitas interaktif lamageometri futuristik alpha mirage membentuk ekosistem hiburan cyber modernfusi neurovirtual blazing valkyrie menarik gelombang generasi digital aktifentropi siber sugar rush mengubah irama hiburan anak muda urbanreaktor interaktif venom eclipse mengguncang lanskap virtual era modernpolaris virtual lucky neko membuka spektrum hiburan digital eksperimentalstrategi membaca momentum digitalmemanfaatkan pola aktivitas digitalpanduan memahami ritme digitalstrategi pengguna baca aktivitasmembaca ritme keberuntunganstrategi arah keberuntunganrahasia cuan besar sederhanaaktivitas digital kemenangan 21 jutametode interaktif saldo 35 jutapola aktivitas diamatistatistik modern menjaga ritmemembaca simbol spesial 24 jutamembaca simbol wild dan tumblemesin menemukan momentum stabilpengamatan baru perhitungan sederhanaperubahan algoritma putaran polaputaran interaktif peluang hasil terukursiklus perolehan pola bermaingrafik visual hari ini peluang 35 jutagrafik visual momentum stabil
Minggu, 24 Mei 2026 WIB

Kamu Milenial? Hindari 7 Pemikiran ini Agar Kamu Bisa Sukses

Redaksi - Minggu, 31 Maret 2019 09:30 WIB
Kamu Milenial? Hindari 7 Pemikiran ini Agar Kamu Bisa Sukses
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: Generasi milenial didefinisikan sebagai kelompok manusia yang terlahir pada tahun 1981-1994. Sehingga boleh dikatakan, kamu yang berusia 25-37 tahun merupakan bagian dari generasi tersebut.



Seperti dilansir oleh wartawan, Jakarta, Minggu (31/3/2019), banyak aspek yang bisa diperbincangkan soal milenial. Terutama dari karakteristik, mereka amat berbeda dengan generasi-generasi terdahulu.

Milenial cenderung menganut pola YOLO. You only live once, begitulah alasan yang sering mereka lontarkan ketika gaya hidupnya mulai dikomentari.

Walau tampak hedonis, namun generasi inilah yang digadang-gadang akan memberi banyak pengaruh baik untuk masa depan bangsa. Terbukti dengan banyaknya perusahaan unicorn yang umumnya terlahir dari tangan dingin para milenial.

Cara milenial untuk menjalani hidupnya memang cukup unik. Terkadang hal itu membuat para orangtua cemas memikirkan masa depan anak-anaknya kelak.

Kamu milenial? Sedikit atau banyak pasti sering berpikiran seperti ini:



1. Work hard, play harder


Jangan salah, milenial bukan generasi pemalas yang betah menganggur. Mereka justru sangat getol bekerja. Lembur sampai tengah malam pun dijabani tanpa ragu.

Kalau dipikir-pikir, insentifnya lumayan untuk menambah pemasukan. Ada yang bahkan rela mengambil side job di akhir pekan. Namun seringnya, uang yang dihasilkan dari 'kerja rodi' mereka itu hanya digunakan untuk gaya hidup semata.

Semisal membeli barang-baran branded atau liburan ke luar negeri. Pada akhirnya, mereka lupa untuk menabung apalagi berinvestasi.

2. Menikah kalau sudah mapan


Berbeda dengan generasi sebelumnya yang tidak ragu untuk menikah di usia muda sekalipun, milenial tidak ingin terburu-buru. Sebenarnya tujuan mereka baik, yakni ingin keluarganya kelak hidup serba berkecukupan.

Itulah mengapa, kini millenial lebih mementingkan karir hingga mapan terlebih dahulu. Paling tidak, mereka baru akan mantap berumah tangga pada usia 27 tahun (untuk wanita) dan 29 tahun (untuk pria).



3. Harus serba praktis


Kian pesatnya teknologi membuat para milenial menggilai hal yang serba praktis dan instan. Sesederhana ketika merasa lapar, mereka akan lebih memilih layanan pesan-antar makanan ketimbang memasak sendiri.

Pemikiran seperti ini cukup menyesatkan kalau terbawa dalam kehidupan bekerja. Ingin berpenghasilan dua digit? Jika bekerja di perusahaan, setidaknya harus melalui berbagai proses yang berjenjang.

Semua orang juga pasti memulai karir sebagai staff dulu. Hingga akhirnya nanti bila memenuhi syarat, barulah diangkat menjadi manajer.

4. Jadi 'kutu loncat' di perusahaan


Menjadi 'kutu loncat' di perusahaan, tak masalah bagi milenial. Hal ini bahkan terbukti dari survei yang dilakukan oleh Jobvite pada 2016 lalu.

Di Amerika, sebesar 42 persen milenial kerap melakukan job hopping atau berpindah-pindah tempat kerja. Alasannya cukup beragam, seperti masalah gaji yang kurang, kultur tidak sesuai keinginan, sampai cekcok dengan atasan.

Beberapa milenial juga tak merasa ragu untuk beralih profesi sebagai pebisnis. Keputusan tersebut dinilai lebih baik, daripada harus selalu menuruti kata-kata bos yang justru membebani hidup mereka.  



5. Punya rumah, nanti saja


Milenial ogah beli rumah? Bukan asumsi, namun rasanya ini memang fakta yang sudah menjadi rahasia umum. Punya rumah dirasakan oleh mereka bukan kebutuhan utama.

Bagi sebagian besar milenial, gaya hidup lebih mereka prioritaskan. Dari mulai fashion, teknologi, F&B, pendidikan, traveling, dan komunitas.

Belum lagi dana yang besar untuk membeli atau menyicil rumah, membuat generasi ini semakin berpikir ribuan kali.

6. Gadget is number one


Bagi milenial, smartphone tak ubahnya 'nyawa'. Memang perlu diakui, apapun bisa dilakukan lewat perangkat canggih tersebut. Dari mulai yang sifatnya hiburan sampai berbisnis sekalipun.

Namun karena terlalu sibuk dengan gadget, sering kali mereka lupa untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar. Amat disayangkan pula, kehidupan mereka di media sosial kadang berbanding terbalik dengan aslinya.

Milenial boleh jadi punya ratusan ribu followers di instagram, tapi siapa yang tahu kalau teman mereka di dunia nyata hanya bisa dihitung jari.



7. Tidak mementingkan investasi dan asuransi


Selain bermasalah dengan tabungan, milenial juga kurang mementingkan investasi dan asuransi. Minimnya kesadaran untuk mengatur uang ini turut dipengaruhi oleh gaya hidup mereka.

Kecenderungan milenial lebih kepada pengalaman. Ibaratnya, kehabisan uang setelah pulang traveling dari Jepang tidak masalah, yang penting pengalamannya jelas terasa. Tapi kalau disarankan berinvestasi atau memiliki asuransi, mungkin akan berpikir seribu kali untuk itu.

Milenial susah mengatur keuangan? Asuransi secara tidak langsung dapat mematahkan anggapan ini. Dengan menyisihkan gaji untuk membayar premi, percayalah uangmu akan memiliki nilai manfaat lebih di kemudian hari.

Lagipula risiko kesehatan bisa datang kapan saja. Terlebih dengan mobilitas yang cenderung tinggi. Satu-satunya penyelamat keuanganmu dalam keadaan darurat hanyalah asuransi.

(Mtc/Okz)
Editor
:
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru