Rabu, 23 September 2026 WIB

Peluncuran Inovasi ASTABRATA

Didiek Eddy Susanto - Selasa, 22 September 2026 09:00 WIB
Peluncuran Inovasi ASTABRATA
Bupati Asahan

MATATELINGA,Asahan : Peluncuran Inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan) program tersebut secara resmi telah diluncurkan oleh bupati/" target="_blank">Bupati Asahan ,Senin (21/09/2026) diaula Melati Kantor bupati Asahan .

Bupati Asahan Taufik ZA Siregar dalam keterangannya menegaskan pengentasan kemiskinan didasari data yang lengkap, akurat, dan mutakhir, data yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang tepat.Perencanaan yang tepat akan menghasilkan program yang sesuai kebutuhan.

Baca Juga:
Program yang tepat akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, untuk itu Pemerintah kabupaten Asahan meminta segera tuntaskan Sensus Ekonomi 2026 yang kini mencapai 82,5% hingga 100% paling lambat akhir September 2026.Seluruh jajaran diminta menyisir sasaran yang belum terdata, ujarnya.
Taufik ZA Siregar juga mengingatkan pentingnya Parlinsos Digital agar pendaftaran penerima bantuan lebih akurat.Sosialisasi harus sampai ke masyarakat, Agen Parlinsos Digital diperbanyak hingga ke tingkat dusun, dan warga yang kesulitan teknologi tetap didampingi.

Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital, dan ASTABRATA harus berjalan searah, dalam memperkuat data sebagai dasar kebijakan.

Sementara kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Jutawan Sinaga saat dikonfirmasi menjelaskan ASTABRATA disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD 2025–2029, mencakup penanganan PPKS, pengurangan kemiskinan, ketepatan sasaran perlindungan sosial, serta percepatan kemandirian keluarga penerima manfaat.ASTABRATA bukan program bantuan baru dan tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah, melainkan mekanisme memastikan setiap keluarga mendapat intervensi sesuai kondisi dan kebutuhannya dan pada tahap awal, program mencakup seluruh di 25 kecamatan dengan target minimal 100 keluarga penerima manfaat usia produktif.


Kadis Sosial Jutawan Sinaga juga mengatakan mekanisme berjalan melalui tujuh tahapan diantaranya penetapan data sasaran, asesmen, klasifikasi, penyusunan Rencana Intervensi Individual, rujukan dan intervensi, pemantauan, hingga verifikasi akhir.

Baca Juga:
Jutawan Sinaga juga menegaskan, graduasi bukan sekadar mencoret nama dari daftar, melainkan hasil asesmen, pemberdayaan, pendampingan, dan verifikasi yang dipertanggungjawabkan. Keberhasilan diukur dari kemampuan keluarga mempertahankan penghasilan secara berkelanjutan, ungkapnya.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pimpinan Baznas se Sumut Bersilaturahmi Dengan Wakil Bupati Asahan
Hadiri Pisah Sambut Kapolres Simalungun, Bupati; Sinergi untuk Masyarakat Harus Terus Diperkuat
Polisi Masih Lidik Kasus Pemberian Proyek Fiktif Yang Mencatut Nama Bupati Oloan Hingga Tertipu Rp 200 Juta
Rakor Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi, Bupati Asahan Bubuhkan Tanda Tangan Komitmen Bersama
Bupati Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR, Integrasikan Data Administrasi Aparatur Nagori
Kunjungan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Diterima Bupati Asahan
 
Komentar
 
Berita Terbaru