Selasa, 28 April 2026 WIB

Dari Pembalak Menjadi Penggerak: Jalan Sunyi Kasto Wahyudi Menebus Dosa di Pesisir Langkat

Redaksi - Selasa, 28 April 2026 13:07 WIB
Dari Pembalak Menjadi Penggerak: Jalan Sunyi Kasto Wahyudi Menebus Dosa di Pesisir Langkat
Kasto Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Penghijauan Maju di Pesisir Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Belasan tahun ia berjuang untuk pelestarian lingkungan mangrove.
Kerusakan kawasan hutan mangrove akibat pembalakan di masa lalu berdampak buruk terhadap perekonomian warga. Akar penahan abrasi hilang, air laut berubah menjadi hitam pekat. Akibatnya, nelayan harus melaut jauh ke tengah hanya untuk mencari kepiting dan udang yang dulu berserakan di pekarangan pesisir.
Hantaman ekonomi dan rasa bersalah itulah yang menjadi titik balik Kasto. Setiap hari, ia memunguti bibit mangrove dan menanamnya kembali secara otodidak di dekat rumahnya. Berjalan sendirian tentu melelahkan. Lalu, ia mengajak sesama mantan pelaku bisnis arang bakau untuk bertobat dan memperbaiki ekosistem mangrove.
Selanjutnya, pada 2011, ia bersama rekan-rekannya membentuk Kelompok Tani Penghijauan Maju Bersama untuk berpatroli dan secara konsisten menanam bakau setiap pekan.
"Mulanya, saya perhatikan kalau hujan air laut tetap menjadi berlumpur. Tetapi ketika pohon mangrove yang kami tanam mulai besar, warna airnya kembali jernih. Ikan semakin banyak. Udang dan kepiting tidak lagi sulit dicari," kenang Kasto.
Konsistensi menanam selama bertahun-tahun membawa mereka pada langkah legalitas. Kelompok ini resmi mengantongi izin kemitraan perhutanan sosial seluas 178 hektar dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Stabat.
Kawan Sepadan di Jalan Konservasi
Kelompok Tani Penghijauan Maju Bersama kini memiliki tabungan dari hasil penjualan bibit mangrove yang dikelola secara mandiri untuk operasional merawat hutan.
Perjuangan panjang warga Pasar Rawa ini akhirnya menarik perhatian Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Kehadiran perusahaan bukan untuk mengambil alih inisiatif, melainkan melipatgandakan dampak positif yang telah dibangun Kasto. Melalui program pemberdayaan, PEP memfasilitasi pengembangan area konservasi tersebut menjadi Edu-Ekowisata Mangrove terpadu.
Menurut Kasto, dukungan dari PEP Pangkalan Susu Field memberikan loncatan besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Kini, warga tidak hanya menjadi nelayan, tetapi merangkap sebagai pengelola desa wisata, perajin UMKM Baronang Crispy, hingga penyedia jasa homestay.
"Belasan tahun kami merintis ini dengan peluh sendiri. Ketika Pertamina masuk membawa dukungan—mulai dari pembangunan jalur susur sampai fasilitas homestay—rasanya perjuangan kami akhirnya dihargai. Kami tak lagi merasa berjalan sendirian menjaga pesisir ini," kata Kasto penuh haru.
"Dulu penghasilan warga dari merusak alam (usaha arang) Rp 50 ribu per hari saja sudah hebat. Kalau sekarang warga bisa peroleh Rp 200 ribu per hari dari pembibitan mangrove yang menjaga alam. Belum lagi dari mencari ikan, udang dan kepiting di kawasan hutan," ujarnya.
Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, bahwa kisah Kasto Wahyudi adalah alasan kuat mengapa PHR Zona 1 hadir di Pasar Rawa.
"Pak Kasto adalah bukti nyata bahwa seburuk apa pun masa lalu, manusia bisa berubah dan menyembuhkan alam. Peran kami di Pertamina sebatas mengamplifikasi niat mulia tersebut agar dampaknya meluas menjadi kemandirian ekonomi desa," katanya.
"Ketika ekosistem laut pulih, jalan menuju kesejahteraan akan terbuka dengan sendirinya. Kami berharap edu-ekowisata ini bisa menjadi contoh sukses harmonisasi antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi akar rumput," ungkap Iwan menutup perbincangan.
(*)

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ini Hasil Laga Lanjutan Inter Milan VS Cagliari
Gelapkan Uang Milyaran, Mantan Direktur PT GKS Ditangkap
Rico Waas Tutup Ramadhan Fair XX, Transaksi UMKM Capai Rp2,2 Miliar
Brewzy Billiard, Bar And Resto Perdagangan Gelar Silaturrahmi Dan Berbagi Tali Asih Kepada Anak Yatim Piatu
Parkir Liar Menjamur di Persimpangan Jalan Pulau Nias Selatan KIM II, Pihak Pengelola Bungkam?
Ketua LMP Madina Pertanyakan Status Hukum 6 Excavator dan 6 Terduga Pelaku PETI di Batang Natal.
 
Komentar
 
Berita Terbaru