Matatelinga.com, Adik laki-laki mantan Presiden Kolombia, Alvaro Uribe, ditahan petugas Kepolisian Medellin atas tuduhan tindak pidana pembunuhan dan konspirasi politik.
Pria yang dimaksud yakni Santiago Uribe. Ia ditangkap setelah terbukti memiliki keterlibatan dengan kelompok pembunuh terkenal yang menyebut diri mereka Kelompok Kematian (Death Squad) paramiliter 12 rasul. Kelompok ini didirikan olehnya pada 1990-an untuk memberantas puluhan pemberontak sayap kiri, pecandu narkoba, dan penjahat di Provinsi Antioquia.
Santiago jelas menyangkal keterlibatan dirinya. Meski begitu, jaksa penuntut umum mampu membawa saksi utama, yaitu Mayor Juan Carlos Meneses, mantan perwira polisi yang pernah menangani kasus kejahatannya.
“Pada masa itu, semua polisi diminta menutup mata dan telinga mereka dari segala kriminalitas kelompok kematian di daerah tersebut (Antioquia, tempat kakak tertuanya menjabat sebagai gubernur). Kebanyakan kejahatan mereka direncanakan di ladang keluarga Uribe. Salah satunya di peternakan La Carolina, Yarumal, pada 1994. Tempat itu dijadikan lokasi berlatih pasukan berseragam militer,” ungkap Meneses, seperti dikutip dari BBC dan dilansir dari laman okezone.com, Selasa (1/3/2016).
Meski mengaku melihat sendiri keterlibatan Santiago dalam pembentukan kelompok militer tersebut. Akan tetapi, ia terang-terangan mengatakan, tidak memiliki bukti mengenai sangkut paut sang mantan presiden dalam kasus kriminal adiknya.
Sebagai politikus, Alvaro Uribe yang terpilih sebagai presiden dalam dua kali masa jabatan (2002–2010) terkenal cinta damai. Ia pernah berujar kepada awak media bahwa kedamaian dengan impunitas (pengecualian hukum) tidak akan bertahan lama. Namun, menurutnya, justru hal itu bisa menjadi preseden dan contoh yang buruk.
(Fit)