Matatelinga.com, Usai tes nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut) pekan lalu, Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk membatasi akses keluar masuk Kawasan Industri Kaesong, Korut. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan janji Negeri Ginseng untuk menghukum saudaranya itu usai melakukan provokasi. Mereka menilai pembatasan Kaesong akan mencederai perekonomian Korut.
Presiden Korsel, Park Geun-hye, menyebut masa depan Kaesong berada sepenuhnya di tangan Korut.
“Entah kita akan ambil langkah tambahan mengenai Kawasan Industri Kaesong atau tidak, itu tergantung sepenuhnya pada Korut,” ujar Geun-hye dalam konferensi pers, seperti dilaporkan Reuters dan dilansir dari laman okezone.com, Rabu (13/1/2016).
Kawasan Industri Kaesong dibangun pada 2002 atas kerjasama Korut dengan Korsel. Di kawasan tersebut perusahaan-perusahaan Korsel membangun pabrik dan memanfaatkan tenaga kerja berupah murah dari Korut.
Geun-hye mengaku sedang mempertimbangkan untuk menutup total kawasan tersebut. Penutupan total kawasan industri tersebut pernah dilakukan oleh Korut pada 2013. Saat itu, Kim Jong-un kesal karena sanksi yang dijatuhkan usai Korut melakukan uji coba nuklir mereka yang ketiga sehingga dirinya memutuskan penutupan total kawasan industri tersebut.
(Fit)