Kamis, 09 Juli 2026 WIB
Pesawat Jatuh

Presiden Mesir : Investigasi Pesawat Rusia Perlu Waktu yang Lama

Admin - Senin, 02 November 2015 14:52 WIB
Presiden Mesir : Investigasi Pesawat Rusia Perlu Waktu yang Lama
google
Matatelinga.com, Sebanyak 144 dari 224 jenazah korban Pesawat Metrojet Kogalymavia (Kolavia) yang jatuh di Sinai, Mesir, sudah dipulangkan ke St. Petersburg, Rusia. Pun begitu, penyebab jatuhnya pesawat tersebut belum bisa dipastikan.
 
Seperti diberitakan pada Jumat, 30 Oktober lalu, Pesawat Kolavia berjenis Airbus A321 tersebut dilaporkan jatuh di sebelah utara Sinai, setelah sebelumnya hilang kontak 25 menit pasca-lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh, Mesir dengan tujuan Bandara Pulkovo, St. Petersburg, Rusia.
 
Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mengimbau semua pihak tidak memberi dugaan atau prediksi yang terlalu dini. Al-Sisi meminta kesabaran semua pihak, lantaran investigasinya bisa memakan waktu bulanan.
 
“Dalam kecelakaan seperti itu, kita tahu bahwa sangat penting untuk menyerahkannya pada para ahli dan kita tak harus bicara soal alasan di belakang itu, karena akan memakan waktu lama,” ujar Al-Sisi, sebagaimana dilansir SigmaLive dan dikutip laman okezone.com, Senin (2/11/2015).
 
“Hal rumit semacam ini (investigasi) butuh teknik yang lebih maju, di mana akan menghabiskan waktu berbulan-bulan. Untuk itu kita tak semestinya mendahului fakta karena akan mengurangi kredibilitas kita,” tambahnya.
 
Sebelumnya juga ada menyebutkan bahwa jatuhnya pesawat yang memakan korban 224 orang, termasuk tujuh kru tersebut meledak di udara. Ada pula klaim dari kelompok ISIS yang menembak pesawat itu. Faktor teknis dan human error juga jadi dugaan lain.
 
Sedangkan pihak Rusia lewat Direktur Komite Penerbangan Intra-Pemerintah, Viktor Sorochenko juga tak ingin terlalu prematur mengungkap penyebab pesawat itu jatuh di Sinai. “Masih terlalu dini untuk bicara kesimpulan (penyebab pesawat jatuh),” timpalnya.
 
 
(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru