Matatelinga - Istanbul, Serangan tersebut terjadi ketika Erdogan bersama iringannya mengunjungi lokasi tambang di Soma.
Erdogan
pun dipaksa mencari perlindungan di sebuah supermarket yang dikeliling
oleh polisi setempat. Menurut informasi Erdogan dituduh mengabaikan
peringatan keselamatan para pekerja di tambang batu bara tersebut.
“Kecelakaan
tambang tidak hanya terjadi di Turki. Hal itu juga terjadi di banyak
negara seperti Amerika Serikat, China, Prancis, India, dan Belgia,”
tutur Erdogan, seperti dikutip Sky News, Kamis (15/5/2014).
"Jumlah korban tewas pekerja tambang tersebut jauh lebih baik dari pada negara lain," lanjutnya.
Erdogan
dituduh sebagai seorang pembunuh dan pencuri oleh pengunjuk rasa.
Mereka juga meminta Erdogan mengundurkan diri dari jabatannya.
Pasca
insiden tersebut Turki menetapkan hari berkabung nasional selama tiga
hari dengan menurunkan bendera setengah tiang. Saat ini para pekerja
masih terjebak sekira dua kilometer (km) di bawah permukaan.
Korban
tewas akibat ledakan yang terjadi di tambang Soma dilaporkan mencapai
274 jiwa. Menurut pihak serikat, privatisasi yang dilakukan terhadap
sektor pertambangan, telah membuat kondisi tambang menjadi berbahaya.
(KNIA/Okz)