Rabu, 29 April 2026 WIB

Hamas Setuju dengan Usulan Gencatan Senjata di Gaza

Redaksi - Minggu, 30 Maret 2025 07:05 WIB
Hamas Setuju dengan Usulan Gencatan Senjata di Gaza
Pixabay
Hamas
MATATELINGA, Cairo: Hamas telah menyetujui usulan gencatan senjata Gaza yang diterimanya dua hari lalu dari mediator Mesir dan Qatar, kata kepala kelompok militan Palestina itu pada hari Sabtu, (29/3/2025)


"Dua hari lalu, kami menerima usulan dari mediator di Mesir dan Qatar. Kami menanggapinya dengan positif dan menerimanya," kata Khalil al-Hayya dalam pidato yang disiarkan televisi.


"Kami berharap pendudukan (Israel) tidak akan merusaknya," kata Hayya, yang memimpin tim negosiasi Hamas dalam pembicaraan tidak langsung yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Hamas-Israel di Gaza yang meletus pada Oktober 2023.


Sumber keamanan mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa Mesir telah menerima indikasi positif dari Israel atas usulan gencatan senjata baru yang akan mencakup fase transisi. Usulan tersebut menyarankan Hamas membebaskan lima sandera Israel yang ditawannya setiap minggu, kata sumber tersebut.


Kantor perdana menteri Israel mengatakan telah mengadakan serangkaian konsultasi sesuai dengan usulan yang diterima dari para mediator, dan bahwa Israel telah menyampaikan kepada para mediator sebuah usulan balasan dengan koordinasi penuh dengan Amerika Serikat.

[br]

Tahap pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari setelah 15 bulan perang dan melibatkan penghentian pertempuran, pembebasan sebagian sandera Israel yang ditahan oleh Hamas, dan pembebasan sebagian tahanan Palestina.


Tahap kedua dari kesepakatan tiga tahap tersebut dimaksudkan untuk fokus pada kesepakatan pembebasan sandera yang tersisa dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Hamas mengatakan setiap usulan harus mengizinkan peluncuran tahap kedua, sementara Israel telah menawarkan untuk memperpanjang tahap pertama yang berlangsung selama 42 hari.

Menanggapi seruan Israel dan Amerika Serikat agar Hamas melucuti senjata, Hayya mengatakan persenjataan kelompok itu adalah garis merah dan tidak akan melucuti senjata selama pendudukan "Israel" masih berlangsung.
Editor
:
Sumber
: Reuters
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru