Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Sebulan Pasca-Serangan di Uni Emirat Arab, Dua Kapal Minyak Terbakar

Redaksi - Jumat, 14 Juni 2019 09:15 WIB
Sebulan Pasca-Serangan di Uni Emirat Arab, Dua Kapal Minyak Terbakar
Hand Over
Ilustrasi
MATATELINGA: Dua kapal minyak mengalami kerusakan diduga akibat serangan di Teluk Oman, salah satu di antaranya dilaporkan mengalami kebakaran setelah terjadi ledakan.



Puluhan anak buah kapal dari kedua kapal minyak berhasil diselamatkan setelah kapal mereka mengalami ledakan di Teluk Oman pada Kamis (13/62019).

Operator kapal Kokuka Courageous mengatakan 21 anak buah kapal (ABK) telah dievakuasi. Adapun operator kapal Front Altair milik Norwegia mengatakan 23 ABK juga berhasil dievakuasi.

Menurut media pemerintah Iran, 44 orang diselamatkan setelah terjadi "kecelakaan", meskipun belum diketahui apakah benar-benar kecelakaan atau sebab lain.

Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan pihaknya menerima dua panggilan darurat dan menyelamatkan sejumlah ABK.

Peristiwa ini terjadi satu bulan setelah empat kapal minyak diserang di perairan Uni Emirat Arab.

Insiden tersebut langsung mendongkrak harga minyak mentah 4,5%, lapor Bloomberg.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada BBC bahwa negara itu tidak memiliki sangkut paut dengan apa yang terjadi pada dua kapal minyak.

"Iran tidak mempunyai kaitan dengan insiden itu."

"Seseorang berusaha menggoyah hubungan Iran dengan masyarakat internasional," tambahnya.



Apa yang menyebabkan ledakan?

Penyebab ledakan sejauh ini belum jelas.

Otoritas Pelayaran Norwegia mengumumkan bahwa kapal yang dimiliki perusahaan Norwegia Front Altair telah "diserang". Terjadi tiga ledakan di kapal itu.

Wu I-fang, juru bicara perusahaan kilang minyak Taiwan CPC Corp, yang menyewa Front Altair, mengatakan bahwa kapal itu mengangkut 75.000 ton nafta.

Ditambahkannya kapal "diduga dihantam dengan torpedo", meskipun klaim itu belum dikukuhkan oleh pihak berwenang. Laporan-laporan yang belum dikukuhkan menyebutkan penyebab ledakan mungkin adalah ranjau.

Operator kapal berbendera Panama Kokuka Courageous, BSM Ship Management, mengatakan para ABK menyelamatkan diri dari kapal dan diselamatkan oleh kapal yang lewat.

Kokuka Courageous, menurut juru bicara operator kapal, mengangkut metanol dan tidak terancam tenggelam. Kapal berada sekitar 30 kilometer dari Fujairah, Uni Emirat Arab dan sekitar 15 kilometer dari Iran.



Siapa yang menyelamatkan ABK?

Media pemerintah Iran melaporkan Iran menyelamatkan para ABK dan membawa mereka ke Pelabuhan Jask.

Kantor berita Iran IRIB mengunggah gambar yang diklaim sebagai kapal Front Altair dalam kondisi terbakar, tetapi foto itu belum berhasil diverifikasi secara independen.

Laporan tentang ledakan pertama kali dikeluarkan oleh Operasi Perdagangan Maritim Inggris yang terkait dengan Angkatan Laut negara itu, ketika mengeluarkan peringatan berisi seruan agar "sangat hati-hati".

Komando Armada V Amerika Serikat, yang bermarkas di Bahrain, mengatakan telah menerjunkan kapal USS Bainbridge untuk memberikan bantuan.

"Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan menerima dua panggilan darurat terpisah pada pukul 06:12 waktu setempat dan yang kedua pada pukul 07:00," kata juru bicara Josh Frey dalam keterangan tertulis pada Kamis (13/06).



Mengapa masalah itu sensitif?

Teluk Oman terletak di ujung Selat Hormuz yang strategis, dan insiden ini akan memperburuk ketegangan di jalur pelayaran penting. Kapal-kapal yang mengangkut minyak bernilai jutaan dolar melawati selat itu.

Amerika Serikat mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat tempur B-52 ke kawasan pada awal Mei lalu sebagai tanggapan atas hal yang disebut sebagai rencana tak spesifik oleh kekuatan-kekuatan dukungan Iran untuk menyerang pasukan AS di kawasan.

Presiden Trump memberlakukan kebijakan keras terhadap Iran dan menuduhnya sebagai kekuatan yang mengganggu di Timur Tengah.

Namun Iran menepis tuduhan itu dan sebaliknya menuduh AS menunjukkan tingkah laku agresif.

Ketegangan semakin meningkat setelah serangan ranjau terhadap empat kapal di perairan Uni Emirat Arab pada tanggal 12 Mei.

Uni Emirat Arab menyalahkan "aktor negara" atas serangan itu. AS menyebut sang aktornya adalah Iran, tetapi Iran membantahnya.



Uni Eropa menyerukan agar semua pihak "menahan diri semaksimal mungkin" terkait dengan ledakan di dua kapal minyak.

Sementara Paolo d'Amico, ketua Persatuan Pemilik Kapal Tanker, Intertanko, mengatakan dua kapal telah diserang, dan menyampaikan kekhawatiran tentang bahaya yang mungkin dialami kru yang lain.

"Jika wilayah perairan itu semakin tidak aman, pasok minyak ke semua negara Barat dapat terancam," kata Paolo d'Amico.  

(Mtc/Okz)
Editor
:
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru