MATATELINGA, AS:Sebuah "kapal hantu" tak
bertuan yang hanyut di lautan sejak Februari tahun lalu dikhawatirkan
akan hanyut ke Inggris. Namun yang membuat ngeri adalah, kapal kosong
itu kini diprediksi dihuni oleh ribuan tikus kanibal pembawa penyakit.
Diberitakan The Independent,
Kamis pekan ini, kapal hantu itu merupakan bekas kapal pesiar liburan
bernama MV Lyubov Orlova buatan Yugoslavia tahun 1976. Kapal sepanjang
100 meter ini diabaikan begitu saja awal tahun 2013 di pelabuhan Kanada
setelah pemiliknya terlibat skandal utang dan tidak mampu membayar para
kru.
Akhirnya, Kanada memutuskan menjual kapal itu seharga
600.000 pound sterling atau Rp7,3 miliar ke Republik Dominika. Pada
Februari 2013, kapal itu kemudian diderek sebuah perusahaan kapal
tongkang Amerika Serikat menuju Dominika.
Sialnya, terjadi badai
hebat di lautan. Rantai derek Lyubov Orlova putus dan upaya
menyambungnya kembali terhalang angin kencang berkekuatan 35 mil per
jam. Akhirnya Orlova dibiarkan terombang-ambing.
Dikhawatirkan
akan menabrak pengeboran minyak lepas pantai Kanada, pemerintah
mengirimkan kapal derek lainnya dan berhasil menangkap Orlova. Namun
bukannya dibawa ke pelabuhan, kapal itu malah dibuang di lautan lepas.
Saat
ini sudah 12 bulan Orlova hilang di laut. Pencarian besar-besaran
dilakukan oleh berbagai pihak, mengingat mahalnya harga jual kapal itu.
Diantara yang mengejarnya adalah perusahaan penyedia layanan satelit dan
pemburu harta karun asal Belanda.
Pencarian terhalang matinya
sistem navigasi Orlova. Maret lalu, dua sinyal berhasil ditangkap di
lautan. Sinyal itu milik perahu penyelamat Orlova yang jatuh. Seminggu
kemudian, sinyal besar tertangkap kembali di pesisir Skotlandia, namun
setelah dicari dengan pesawat, benda itu tidak ditemukan.
Tikus Kanibal
Pekan ini, The Sun
di Inggris membuat berita yang bikin was-was. Tabloid ini mengutip
seorang pemburu harta karun asal Belgia, Pim de Rhoodes, yang mengatakan
bahwa penghuni kapal itu sekarang kemungkinan adalah tikus kanibal yang
telah berkembang biak menjadi ribuan ekor.
"Akan ada banyak
tikus yang memakan satu sama lain karena tidak mendapat makanan. Jika
saya bisa naik ke kapal itu, saya harus membunuh semuanya dengan racun,"
kata Rhoodes.
Selama 12 bulan berlayar, kapal itu diperkirakan
akan sampai di pantai Skotlandia dalam waktu dekat. Kendati kedatangan
kapal hantu itu dan tikus kanibal di dalamnya lebih pada rumor dan tidak
terbukti ilmiah, penjaga pantai Skotlandia tetap berjaga penuh.
(Vnc/KNIA)
"Ada
badai besar beberapa bulan belakangan ini, tapi kapal sebesar itu
sepertinya sulit ditenggelamkan. Kami harus tetap waspada," kata Kepala
Patroli Pantai Skotlandia, Chris Reynold.
Namun jika tenggelam,
kapal ini akan jadi bencana lingkungan. Mei tahun lalu, ahli dari
Prancis Robin du Bois mengatakan bahwa kapal itu mengancam kesehatan dan
keamanan lingkungan.
"Jika kapal itu tabrakan
atau tenggelam, maka bensin dan racun lainnya, asbestos, mercury dan
kotoran yang tidak terurai akan terlepas ke laut," kata dia