MATATELINGA, Jakarta:Moto3 Belanda 2026 yang bergulir di Sirkuit Assen pada 26-28 Juni ini akan menjadi panggung berikutnya untuk seorang Veda Ega Pratama.Bakat muda paling potensial milik Indonesia saat ini tersebut sedang berada dalam rasa percaya diri yang tinggi dari performa seri sebelumnya.
Ya, di GP Ceko, Veda tampil menggila dengan menjadi pembalap yang paling banyak melakukan manuver dengan menyalip 15 rival. Start dari posisi ke-20 atau turun 12 tingkat dari posisi sebenarnya karena hukuman saat kualifikasi, andalan Honda Team Asia itu melejit.
Veda bahkan sempat bersaing di zona podium dan mengacak-acak dominasi KTM sebelum akhinya meraih finis di posisi ke-5.
Dari hasil tersebut, motivasi tinggi diungkapkan oleh pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu menghadapi seri ke-10 Moto3 2026 ini.
Baca Juga:
Nuansa sangat positif mengiringi langkah Veda untuk bisa melanjutkan trennya di lintasan sepanjang 4,5 kilometer tersebut.
"Setelah balapan Brno, saya merasa sangat termotivasi karena balapan tersebut berjalan sangat positif," kata Veda, melalui siaran Honda Team Asia.
Veda Ega Pratama membeberkan kesiapannya menjelang turun mengaspal pada seri Moto3 Belanda 2026 yang bergulir akhir pekan ini.
Meski sedang berada dalam rasa percaya diri yang tinggi, rider berusia 17 tahun itu tidak ingin jemawa dan memilih merendah.
Percaya proses masih menjadi pedoman bagi Veda setelah apa yang dia lalui pada GP Ceko lalu di mana dia mengawali kiprahnya dengan kesulitan, dikutip.
Dengan progres dari sesi ke sesi, Veda akhirnya bisa merampungkan aksinya dengan baik walau gagal mengamankan podium. "Kami sempat mengalami akhir pekan yang sulit pada hari Jumat dan Sabtu, namun pada hari Minggu kami berhasil menunjukkan potensi kami," kata Veda.
Baca Juga:
"Memulai balapan dari posisi ke-20 dan finis di posisi ke-5 memberikan perasaan yang luar biasa," imbuhnya.
Berkaca dari penampilannya di Sirkuit Brno, Veda banyak mengambil pelajaran ketika menjalani persaingan di grup depan melawan 5 rider lainnya yang semuanya memakai motor KTM.
Adalah rider Malaysia Hakim Danish yang keluar sebagai pemenang, Brian Uriarte yang finis di tempat kedua dan Maximo Quiles yang finis di urutan ketiga.
Selain itu, Veda juga bersaing dengan David Almansa yang merebut tempat keempat dan Alvaro Carpe, rekan setim Uriarte yang berhasil dia susul di lap terakhir.
Baca Juga:
"Hal itu terutama karena saya bisa bersaing dengan kelompok pembalap terdepan dan memahami banyak hal selama balapan berlangsung," kata Veda.
Baca Juga: