Sabtu, 08 Agustus 2026 WIB

“Tak Tertahankan” Komitmen Perdamaian di Jalur Gaza Ditegaskan Dua Kepala Negara

Redaksi - Jumat, 19 September 2025 06:15 WIB
“Tak Tertahankan” Komitmen Perdamaian di Jalur Gaza Ditegaskan  Dua Kepala Negara
Pixabay
Starmer dan Trump

MATATELINGA, London: Kesepakatan bersama untuk mendorong perdamaian dan peta jalan menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah, menyusul situasi di Gaza, ditegaskan Perdana Menteri InggrisKeir Starmer dalam konferensi pers bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (18/9/2025).

Konferensi pers di Buckinghamshire itu digelar setelah pertemuan bilateral antara keduanya. Starmer mengatakan kondisi Jalur Gaza serta rencana Inggris untuk mengakui negara Palestina turut menjadi pembahasan.

Baca Juga:

Ia kembali menegaskan seruan Inggris agar para sandera segera dibebaskan dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza.

"Kami sepenuhnya sepakat tentang perlunya perdamaian dan peta jalan, karena situasi di Gaza sudah tak dapat ditoleransi," kata Starmer.

Baca Juga:

Starmer menuding Hamas tidak menginginkan solusi dua negara, perdamaian, maupun gencatan senjata di Gaza. Ia juga menekankan bahwa waktu pengakuan negara Palestina oleh Inggris "tidak ada kaitannya" dengan kunjungan kenegaraan Trump.

Pada Juli lalu, Starmer menyatakan Inggris akan mengakui negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada September, kecuali Israel mengambil langkah nyata untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menyetujui gencatan senjata.

Baca Juga:

Mengutip sejumlah sumber pemerintah, koran The i Paper, Rabu, melaporkan bahwa Inggris akan secara resmi mengakui Palestina akhir pekan ini setelah Trump menuntaskan kunjungan kenegaraannya.

Terkait perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, Starmer mengatakan pihaknya "harus memberikan tekanan lebih" kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca Juga:

Merujuk pada serangan terbaru Rusia di berbagai wilayah Ukraina serta insiden pesawat nirawak yang masuk ke wilayah Polandia pekan lalu, Starmer menyebutnya sebagai bentuk "kenekatan yang meningkat."

"Itulah mengapa saya katakan sebelumnya, tindakan itu bukanlah langkah dari seseorang yang menginginkan perdamaian," ujarnya.

Starmer juga menegaskan pentingnya jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina setelah gencatan senjata.

Baca Juga:

"Salah satu kekhawatiran saya sejak lama adalah ketika kita berbicara tentang gencatan senjata, kita semua menginginkannya, dan kita membicarakan apa yang akan terjadi setelahnya, jangan sampai kita melupakan bahwa Ukraina tetap membutuhkan dukungan kita," katanya.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pemerintah AS Mencegah Sanksi Tambahan dan Mendorong Perusahan di AS
Mengawali Perdagangan IHSG
Melania dan Baron  Memilih Tetap di Apartemen dari ke Gedung Putih
Donald Trump Presiden AS, Direktur Intelijen Mundur
Turki Peringatkan Warganya di AS
Mantan Presiden AS George W Bush Berikan Ucap Selamat
 
Komentar
 
Berita Terbaru