Sabtu, 05 September 2026 WIB

Lapas Gorontalo Canangkan Green House, Dorong Kemandirian Warga Binaan Melalui Pertanian Modern

Admin - Sabtu, 08 Agustus 2026 11:30 WIB
Lapas Gorontalo Canangkan Green House, Dorong Kemandirian Warga Binaan Melalui Pertanian Modern
Matatelinga/Istimewa
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan sektor pertanian modern.

MATATELINGA - Gorontalo : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan sektor pertanian modern. Salah satunya diwujudkan melalui pencanangan program Green House Orilago Hidrofarm sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan pertanian modern bagi warga binaan.

Langkah ini menjadi wujud nyata transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga membekali warga binaan keterampilan dan mental positif.

Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison mengatakan bahwa pencanangan program ini bagian dari rangkaian kegiatan warga binaan selama berada didalam.

Baca Juga:
"Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari warga binaan, dalam hal pembinaan kemandirian," ujar Junaidi pada sabtu,(8/8/2026)

Menurut Junaidi, program Green House ini dirancang agar warga binaan dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah. Lebih dari sekadar kegiatan produktif, ruang ini juga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi warga binaan selama menjalani masa hukumannya.

"Disamping untuk memberikan pelatihan, namun yang lebih penting untuk narapidana ini akan menghasilkan premi buat mereka, setelah nanti sukses pelaksanan ini, hasil dari penjualan itu nanti mereka bisa terima," ucapnya.

"Jadi masyarakat narapidana dalam Lapas itu juga bisa menghasilkan uang. Jadi sekarang kami baru mulai kegiatan hidroponik yang dilaksanakan didalam Lapas," imbuhnya.

Baca Juga:
Lebih lanjut kata Junaidi, bahkan dalam mendukung program ini, pihaknya telah menyiapkan pasar penjualan hasil berkebun warga binaan.

"Iya, ini juga salah satu program pemerintah yang kita tindaklanjuti terkait ketahanan pangan, yang jelas nanti hasil dari hidroponik ini kami jual kepada vendor yang mengelola bahan makanan narapidana. Jadi kita jual kepada mereka, jadi pasarnya kami sudah ada," kata Junaidi.

Dalam pencanangan program itu, sejumlah jenis tanaman akan dibudidayakan, diantaranya sawi, selada ketimun giok dan melon.

"Untuk kedepan kami ada tanam sawi dan selada, kemudian ada juga ketimun. Ini ketimunnya agak unik, namanya ketimun giok, jadi kami akan uji coba juga, mudah-mudahan sukses," pungkasnya.

Baca Juga:
Program ini diharapkan menjadi model pembinaan yang dapat direplikasi di unit pelaksana pemasyarakatan lain, sekaligus membuktikan bahwa di balik pagar penjara, masih ada harapan dan usaha untuk menjadi lebih baik.

Editor
: James Pardede
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Penyelundupan Diduga Narkotika Digagalkan Petugas P2U Rutan Kelas I Labuhan Deli
Dirjen Pemasyarakatan Monitoring Pelaksanaan Rangkaian Kegiatan Idul Adha di Lapas Kelas IIA Salemba
HBP ke-62, Rutan Kelas I Medan Wujudkan Pelayanan Prima melalui Apresiasi dan Aksi Sosial
Eks Penghuni Lembaga Pemasyrakatan di Tangkap Polsek Medan Kota
Silaturahmi Ka.UPT Pemasyarakatan Medan dengan Kapolrestabes Medan Perkuat Sinergitas Keamanan
Tegas! Kanwil Sumut Pindahkan Napi Kasus Korupsi ke Pulau Nusakambangan
 
Komentar
 
Berita Terbaru