Minggu, 26 Juli 2026 WIB

Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif Syahid dan Empat Rekannya, Korban Kejahatan Israel

Redaksi - Senin, 11 Agustus 2025 06:15 WIB
Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif Syahid dan Empat Rekannya, Korban Kejahatan Israel
Pixabay
Jurnalis Anas al-Sharif Syahid

MATATELINGA, Gaza: Sesaat sebelum Al-Sharif dibunuh, seorang koresponden Al Jazeera berbahasa Arab terkenal berusia 28 tahun yang dilaporkan sering bertugas dari Gaza utara, menulis di X bahwa Israel telah melancarkan pemboman yang intens dan terkonsentrasi, juga dikenal sebagai "sabuk api" di bagian timur dan selatan Kota Gaza.

Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif syahid bersama empat rekannya dalam serangan Israel yang menargetkan tenda para jurnalis di Kota Gaza. Ia merupakan korban terkini kejahatan Israel terhadap para jurnalis di Gaza.

Baca Juga:

Koresponden Mohammed Qreiqeh dan operator kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal dan Moamen Aliwa juga syahid dalam serangan terhadap tenda yang terletak di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza pada Minggu (10/8/2025) malam.

Dalam video terakhirnya, ledakan keras pemboman rudal intensif Israel terdengar di latar belakang saat langit gelap diterangi kilatan cahaya oranye.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan pembunuhan al-Sharif, militer Israel menuduh jurnalis tersebut mengepalai sel Hamas dan "melancarkan serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan [Israel]" dan menuduh mereka memiliki dokumen yang memberikan "bukti tegas" keterlibatannya dengan kelompok Palestina.

Muhammed Shehada, seorang analis di Euro-Mediterania Human Rights Monitor, mengatakan "tidak ada bukti" bahwa al-Sharif mengambil bagian dalam permusuhan apa pun. "Seluruh rutinitas hariannya adalah berdiri di depan kamera dari pagi hingga sore hari," katanya kepada Al Jazeera.

Jaringan Media Al Jazeera baru-baru ini mengecam militer Israel atas apa yang disebutnya sebagai "kampanye penghasutan" terhadap wartawannya di Jalur Gaza, termasuk yang paling terkenal adalah al-Sharif.

Pada Juli, juru bicara militer Israel Avichai Adraee membagikan ulang video di media sosial yang menuduh al-Sharif menjadi anggota sayap militer Hamas, sebuah klaim yang dengan tegas ditolak karena dianggap palsu.

Baca Juga:

Israel secara rutin menuduh jurnalis Palestina di Gaza menjadi anggota Hamas sejak mereka melancarkan perang di wilayah tersebut pada Oktober 2023 sebagai bagian dari apa yang disebut kelompok hak asasi manusia sebagai upaya untuk mendiskreditkan pemberitaan mereka mengenai pelanggaran yang dilakukan Israel.

Militer Israel telah membunuh lebih dari 200 wartawan dan pekerja media sejak pemboman dimulai, termasuk beberapa jurnalis Al Jazeera dan kerabat mereka. Komite Perlindungan Jurnalis bulan lalu mengatakan mereka sangat prihatin atas keselamatan al-Sharif dan mengatakan dia adalah "target kampanye fitnah militer Israel."

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan, Jet - Jet Tempur Israel Serang Kota Mahmoudiyeh dan Khardali
Israel dan AS Berusaha Memecah Belah Suriah, Apa Untungnya...?
Nuklir Milik Iran Sangat Ganas dan Mematikan, Gimana Sambutan Israel dan AS
Putaran Keenam Negosiasi AS dan Iran Jadwal Bulan Ini dibatalkan, Karena Israel Menyerang Iran
Puluhan Warga Indonesia di Iran, Berhasil di Evakuasi ke Indonesia
Manuver Netanyahu dan Trump Terendus, Hingga Sepakat Akhiri Perang
 
Komentar
 
Berita Terbaru