Selasa, 28 April 2026 WIB

Suasana Mencekam, Kudeta Telah Terjadi di Sudan

Redaksi - Selasa, 26 Oktober 2021 08:00 WIB
Suasana Mencekam, Kudeta Telah Terjadi di Sudan
Hand over
Warga Sudan berkumpul di jalan saat asap mengepul ketika dilaporkan terjadi kudeta militer, Selasa (26/10/2021)
MATATELINGA. Sudan - Perdana Menteri (PM) Sudan Abdalla Hamdok berada di bawah tahanan rumah seperti kudeta militer. Hal itu dilaporkan oleh media lokal.


Kementerian Penerangan Sudan, pada Senin (25/10/2021), mengatakan Hamdok yang dalam tahanan rumah dipaksa untuk merilis pesan yang mendukung kudeta militer.

Berita itu muncul sementara Amerika Serikat (AS) menyatakan kekhawatiran akan perkembangan terakhir di negara itu, yang dalam lebih dari dua tahun ini sedang menuju demokrasi setelah mantan otokrat Omar al-Bashir digulingkan dari kekuasaan.

Baca Juga:Tergelincir Akibat Salju, Warga Bisa Ajukan Tuntutan

Keluarga melaporkan pasukan militer menyerbu kediaman perdana menteri pada Senin (25/10/2021) pagi. Al-Hadath TV melaporkan empat menteri kabinet dan satu anggota sipil dari dewan berdaulat yang berkuasa juga ditangkap. Seperti dikutip dari okezone, Selasa (26/10/2021).

Para pemimpin partai dan pejabat pemerintah lainnya telah ditahan sementara internet di ibu kota Sudan, Khartoum, terganggu, menurut wartawan dan aktivis di lapangan. Bandara internasional Sudan telah ditutup.


Sementara itu, Asosiasi Profesional Sudan, organisasi yang terdiri dari serikat pekerja yang berperan dalam mengorganisir protes, menyerukan kepada publik pada Senin (25/10/2021) agar turun ke jalan-jalan untuk melindungi pemerintah transisi.

“Ini merupakan pukulan besar bagi eksperimen demokrasi di Sudan,” kata Cameron Hudson, cendekiawan di Pusat Afrika Dewan Atlantik, pakar Sudan dan mantan Direktur Afrika di Gedung Putih.

[br]

Upaya kudeta yang terang-terangan itu terjadi sehari setelah Utusan Khusus untuk Tanduk Afrika Jeffrey Feltman mengakhiri dua hari pertemuan di Sudan untuk menggarisbawahi dukungan Amerika bagi demokrasi Sudan.

Feltman mengatakan Washington "sangat khawatir" atas laporan tentang kudeta militer itu. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mencuit bahwa dia mengikuti peristiwa di negara di Afrika timur laut itu dengan "keprihatinan penuh".
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru