Rabu, 29 April 2026 WIB

Wanita Israel di Tangkap Suriah, Mau Bebas Tukar dengan Dua Tahanan

Redaksi - Jumat, 19 Februari 2021 09:00 WIB
Wanita Israel di Tangkap Suriah, Mau Bebas Tukar dengan Dua Tahanan
Hand Over
MATATELINGA, Damaskus: Suriah menangkap seorang wanita muda Israel tidak sengaja memasuki otoritas rezim Presiden Bashar al-Assad. Pihak Zionis melakukan negosiasi pertukaran tahanan antara wanita itu dengan dua tahanan asal Suriah.




Laporan itu muncul sehari setelah kabinet Israel mengadakan pertemuan tentang "masalah kemanusiaan" rahasia yang terkait dengan Suriah.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan negosiasi pertukaran tahanan ditengahi oleh Rusia. "Dua tahanan yang dipenjara di Israel mungkin ditukar dengan wanita itu," tulis SANA, kemarin.

“Pertukaran itu terjadi melalui mediasi Rusia untuk membebaskan warga Suriah Nihal Al-Maqt dan Dhiyab Qahmuz, tahanan Suriah asal Golan, [wilayah] Suriah yang diduduki [Israel], dalam pertukaran di mana seorang wanita muda Israel memasuki wilayah Suriah secara tidak sengaja akan dibebaskan. Dia tidak sengaja memasuki wilayah Quneitra dan ditangkap oleh otoritas Suriah," lanjut laporan SANA.

Nihal al-Maqt, salah satu warga Suriah, berasal dari keluarga mantan narapidana di penjara Israel. Kakaknya dibebaskan dalam pertukaran tahanan tahun lalu, juga dimediasi oleh Rusia, yang terjadi setelah Suriah mengembalikan sisa-sisa jasad seorang tentara Israel yang tewas dalam pertempuran tahun 1982.

Sementara itu, laporan terbaru dari Times of Israel, Kamis (18/2/2021) malam menyebutkan Al-Maqt sudah dibebaskan. Dia memberi tahu stasiun televisi Al-Ikhbariya: "Saya sekarang bebas di Tanah Air saya."

Al-Maqt dihukum pada 2017 oleh pengadilan Israel karena penghasutan. Menurut al-Maqt, dia sudah dibebaskan dari penjara dan menyelesaikan hukumannya di bawah tahanan rumah dengan persyaratan yang sangat ketat.





"Jika saya menginjakkan kaki di luar rumah, mereka dapat menangkap saya dan memasukkan saya kembali ke penjara," kata al-Maqt.

Menurutnya, beberapa tentara Israel datang ke rumahnya dan menawarkan untuk menghapus persyaratan jika dia akan meninggalkan Israel ke Damaskus.

Al-Maqt mengatakan bahwa dia menolak, meminta untuk dibebaskan tanpa syarat dan diizinkan untuk tetap di Golan. Menurutnya, permintaan itu dikabulkan pihak Zionis.

Al-Maqt memberi tahu penyiar televisi bahwa dia memberi hormat kepada Presiden Bashar al-Assad.

Belum jelas kapan pembebasan tahanan kedua asal Suriah, Dhiyab Qahmuz. Jadwal pembebasan wanita Israel juag belum diketahui.
Editor
:
Sumber
: sindo
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru