Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Dollar Amerika Serikat Melemah

Admin - Selasa, 08 April 2014 09:18 WIB
Dollar Amerika Serikat Melemah
Matatelinga - Singapura, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda bulan lalu mengatakan, kemungkinan besar target inflasi bank sentral sebesar 2 persen akan tercapai tahun depan. Dolar AS mengalami penurunan dibandingkan sebagian besar mata uang utama, sebelum pertemuan Federal Reserve yang dirilis besok.

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap yen Jepang. Akibatnya, yen bergerak dalam volatilitas terendah tujuh tahunan, karena Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan menjaga pelonggaran moneter.

Sementara mata uang bersama Eropa, Euro, mengalami penguatan terbesar dalam dua mingguan, setelah beberapa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa mengisyaratkan adanya risiko deflasi.

"Kuroda (Gubernur BoJ) kemungkinan besar akan menyebabkan bullish pada konferensi pers hari ini, yang dapat meredam ekspektasi pelonggaran tambahan dan menaikkan yen," kata ahli strategi valas senior di Nomura International Plc, Yujiro Goto, seperti disitat dari Bloomberg, Selasa (8/4/2014).

Yen naik ke 102,94 per USD, terkuat sejak 31 Maret dan naik 0,1 persen menjadi 102,95 per USD di Tokyo, setelah kenaikan dua hari sebesar 0,8 persen. Sementara yen per euro berada di 141,52 per euro dari 141,67 per euro. Euro berada di USD1,3746 per euro dari USD1,3742 per euro.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada 1.014,38 setelah turun 0,2 persen kemarin. The BOJ diperkirakan menaikkan stimulus 60 triliun yen menjadi 70 triliun atau sekira USD679 miliar, pada pertemuan hari ini.

(Okz/mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru