Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Gazprom Siap Alihkan Gas ke Asia

Admin - Selasa, 08 April 2014 07:39 WIB
Gazprom Siap Alihkan Gas ke Asia
Matatelinga - Jakarta, CEO Gazprom Alexander Dyukov mengatakan, bank-bank di negeri Barat tidak mungkin menghentikan kerja sama dengan Gazprom, dan perusahaan minyak barat tidak ingin tekanan geopolitik akan mempengaruhi hubungan mereka.

Namun, perusahaan mengatakan akan siap untuk melangkahkan kontrak dengan pinjaman Asia dan juga mengumpulkan uang di Rusia. Demikian dilansir dari CNBC, Selasa (8/3/2014).
Gazprom belum terpengaruh sanksi negara barat atas langkah Rusia atas Crimea. Tapi, jika pihaknya terimbas dampak sanksi dari Amerika Serikat (AS) cs, perusahaan gas ini siap mengalihkan gasnya ke Asia.

Eksekutif yang didukung Kremlin telah menantang menyuarakan kepercayaan akan kemampuan perusahaan dalam menghadapi berbagai sanksi selama kebuntuan terbesar antara Moscow dan pihak barat sejak perang dingin.

AS dan Uni Eropa telah memberlakukan larangan visa dan pembekuan aset pada sekutu dari Presiden Vladimir Putin, dan juga mengancam tindakan lebih luas yang akan mempengaruhi seluruh sektor ekonomi bila Moscow meningkatkan ketegangan di Ukraina.

"Sanksi ini tidak mempengaruhi bisnis perusahaan," ujar Dyukov.

Dia menyarankan agar barat jangan menambah sanksi untuk Rusia. Jika hal tersebut terjadi, Gazprom kemungkinan akan menurunkan ketergantungannya ke dolar AS, caranya dengan beralih ke Asia.

"Tentu, sudah ada pertemuan, kontak dengan perwakilan dari kalangan pembisnis barat, pada prinsipnya, mereka tidak tertarik terlibat dalam ketegangan yang terjadi," ujar Dyukov.

Gazprom saat ini sedang menjajaki minyak konvensional yang diyakini menjadi sumber pertumbuhan produksi minyak di masa depan Rusia.

Kritikus Kremlin mengatakan perusahaan energi Rusia membutuhkan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Barat dalam sektor pengetahuan dan pembiayaan untuk mengekstrak minyak dan gas yang sulit untuk dijangkau.

Tapi Dyukov mengatakan Gazprom bisa saja mengubah haluan ke timur, menggemakan pesan yang disampaikan oleh Putin dan sekutunya. 

(Okz/Mt-01)


SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru