Kamis, 27 Agustus 2026 WIB

Pertamina Habiskan Triliunan Rupiah Untuk Bangun Pabrik Baru

Admin - Minggu, 09 Maret 2014 19:36 WIB
Pertamina Habiskan Triliunan Rupiah Untuk Bangun Pabrik Baru
Maatatelinga - Jakarta, PT Pertamina (Persero) menyatakan tengah membangun pabrik pelumas (Grease Plant) dan pabrik Lube Oil Blending Plant (LOBP) di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan nilai investasi hampir sekira Rp1,3 triliun.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, saat ini pabrik Grease Plant yang sudah beroperasi dengan kapasitas sebesar 3.000 metric ton per tahun.

"Konstruksi akan dimulai dan diperkirakan memakan waktu 1,5 tahun, sehingga Juni 2015 selesai. Kapasitasnya 8.000 mt per ton. Ini termodern di Asia Tenggara," ucap Hanung dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (9/3/2014).

Hanung menambahkan, sedangkan untuk pabrik Lube Oil Blending Plant yang baru juga sedang dibangun. Pabrik ini yang ketiga dengan kapasitas 350.000 ton per tahun.

"Kita akan jadi salah satu produsen dengan kapasitas tertinggi di negara Asia Tenggara. Kalau ini selesai, kapasitas jadi hampir 600 ribu ton per tahun," paparnya.

Selain itu Pertamina, kata Hanung juga sudah ekspansi ke-25 negara. Sekarang proses akuisisi fasilitas produksi di Thailand sudah mendekati final dan Itu akan jadi basis produksi untuk pemasaran di IndoChina.

"Kita akan agresif pemasaran juga ke China dengan bekerjasama dengan perusahaan pelumas disana," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Lubricants Supriyanto DH mengatakan pembangunan ini dilakukan karena selain sudah tua, pembangunan Grease Plant yang disatukan dengan LOBP untuk efisiensi dan juga menjawab tuntutan untuk lebih modern.

Dia menyebutkan, untuk pembangunan pabrik Grease Plant investasinya sekitar Rp500 miliar dan LOBP Rp800 miliar.

Menurutnya, LOBP Priok yang baru ini yang paling baik teknologinya di Asia tenggara. Begitu blending, run, hasilnya langsung on spek, dibandingkan dengan manual yang harus berulang kali proses.

"LOBP akan selesai sekitar Desember nanti," jelasnya.

Supriyanto mengungkapkan, produk pelumas ini marketnya ada didalam negeri dan overseas. Potensi pasar pelumas didalam negeri sekira Rp20 triliun

"Sehingga kami optimis nanti market share menjadi lebih tinggi dari sekarang sekitar 60-62 persen dengan keuntungan Rp2,4 triliun per tahun, dan revenue Rp12 triliun per tahun. Pasalnya kompetitor terbesar kita hanya mampu kuasai 10-an persen. " pungkasnya.


(KNIA/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru