Matatelinga.com,Kebijakan hilirisasi sawit dapat bergerak cepat jika diberikan dukungan berupa insentif pajak. Hilirisasi bisa berjalan lebih cepat apabila pemerintah mengubah prioritas untuk meningkatkan ekspor produk akhir daripada berorientasi ekspor bahan mentah.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, mengatakan badan pengelola dana perkebunan sawit merupakan langkah baru bagi Indonesia untuk memperkuat sektor industri sawit.
Menurutnya, apabila kelapa sawit dikelola secara bijak maka sustainable energy bisa dipromosikan kepada dunia. Program utama dari badan pengelola, yaitu meningkatkan mandatori biodiesel dari 815 menjadi 820. Dia menjelaskan, peningkatan produksi dan serapan terhadap biodiesel ini berdampak positif terhadap kebutuhan pasokan minyak sawit.
"Kebijakan baru ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri sawit, termasuk meningkatkan daya serap biodiesel oleh pertamina sebagai ganti minyak fosil," paparnya, di acara Indonesian Palm Oil Converence, di Nusa Dua Badung, Jumat (27/11/2015).
Suahasil optimistis kebijakan biodiesel ini akan meningkatkan peranan Indonesia di industri sawit global. Menurutnya rendahnya harga komoditas tahun ini dibandingkan tiga sampai empat tahun lalu di mana negara ditopang tingginya harga komoditas, Indonesia tidak akan lagi mendapatkan keuntungan dari tingginya harga komoditas seperti beberapa tahun lalu.
"Dalam situasi ini, harus kita ubah orientasi pendapatan negara. Harga minyak bumi rendah sama seperti harga CPO. Diharapkan dengan langkah hilirisasi melalui peningkatan daya serap biodiesel ini dapat menjadi fondasi kita untuk menciptakan hilirisasi sawit dengan produk akhir yang lain," ungkapnya. Demikian dikutip laman okezone.com
(Fit)