Senin, 03 Agustus 2026 WIB
Pertamina

Pertamina Turunkan Transaksi Pembelian Valas Dolar AS

Admin - Senin, 28 September 2015 11:22 WIB
Pertamina Turunkan Transaksi Pembelian Valas Dolar AS
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, PT Pertamina (Persero) akan menurunkan transaksi pembelian valas dolar Amerika Serikat hingga 50 persen sebagai bagian dari aksi korporasi perusahaan menyikapi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD. Rupiah pun semakin anjlok ke level Rp14.700 per USD.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina selama ini harus melakukan pembelian valas berdenominasi USD dalam jumlah cukup besar, yang digunakan untuk pengadaan minyak mentah dan produk minyak dan LPG serta pembiayaan proyek-proyek investasi. Di sisi lain, sebagian besar pendapatan Pertamina dari penjualan di dalam negeri diterima dalam mata uang Rupiah.

Pertamina, tuturnya, melakukan pembelian valas dari tiga bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang selalu dilaporkan kepada Bank Indonesia secara bulanan maupun mingguan. Sejak bulan Juni lalu, Pertamina telah mengimplementasikan transaksi lindung nilai (hedging) dengan membeli valas secara forward dan telah mendapatkan fasilitas perbankan berupa forex line untuk transaksi lindung nilai dari tiga bank dalam jumlah signifikan.

“Akhir-akhir ini, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD sangat dinamis dimana Rupiah terus mengalami depresiasi sehingga undervalue (di bawah nilai fundamentalnya). Sebagai bentuk mitigasi risiko, Pertamina yang sebelumnya telah melakukan aksi korporasi dengan hedging, dalam beberapa waktu ke depan, juga bersiap mengurangi transaksi pembelian USD hingga 50 persen dari transaksi pembelian normal,” ungkap Wianda di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Kendati mengurangi pembelian valas, kata Wianda, Pertamina tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran baik dalam bentuk Rupiah dan valas kepada mitra usaha. Untuk mengatasi selisih antara kebutuhan dan pembelian valas dalam USD, Pertamina akan bekerjasama dengan pihak perbankan dengan menggunakan skema trade financing dengan memanfaatkan fasilitas kredit jangka pendek yang disediakan oleh perbankan baik BUMN, swasta nasional maupun perbankan Internasional untuk mendukung pembiayaan Pertamina. Dilansir laman okezone.com

"Jadi, ke depan Pertamina akan lebih memanfaatkan komitmen credit line yang sudah dimiliki dibandingkan dengan mencari USD di pasar spot," tutup Wianda.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru