Di sisi lain, pada Public Contribution Roadmap, difokuskan pada empat pilar, yaitu Pilar Pendidikan melalui beasiswa dan literasi & inklusi keuangan Asuransi Astra atau LENTERA, Pilar Kesehatan melalui progam Aksi Cegah Stunting (ACTing) dengan melakukan intervensi gizi, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pembinaan posyandu, serta Pilar Lingkungan melalui penanaman pohon Mangrove hingga buah produktif dan energi terbarukan, serta Pilar Kewirausahaan melalui dana bergulir dan pelatihan UMKM.
Dalam upaya mewujudkan penerapan prinsip ESG secara konkret, Asuransi Astra menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan yang terintegrasi melalui program Estafet Peduli Bumi (EPB). Melalui pendekatan kolaboratif berbasis Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan pihak-pihak lain yang mempunyai kepedulian yang sama, EPB telah berhasil diimplementasikan di 14 kota besar di seluruh Indonesia.
"Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Asuransi Astra terhadap penerapan nilai-nilai ESG di seluruh lini bisnis dan operasionalnya," kata Laurentus.
Pilar Pendidikan
Kemampuan mengelola keuangan perlu diajarkan sejak dini guna menciptakan kebiasaan dan karakter yang baik. Dengan memulai pembelajaran sejak dini nantinya kemampuan tersebut menjadi bagian alami dari pemikiran sehingga membantu mereka dalam membuat keputusan finansial yang bijak agar dapat menjadi seseorang dengan pribadi yang bertanggung jawab.
Melalui literasi keuangan ini, Head of PR & Activation Asuransi Astra, Angela Anindita menyampaikan bahwa Asuransi Astra berharap keluarga muda yang menjadi peserta dapat memahami urgensi melakukan manajemen keuangan sehingga dapat menjadi contoh atau figur serta dapat menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung untuk sang buah hati dalam membentuk perilaku, pemahaman hingga kebiasaan yang bijak.
"Tujuannya adalah agar anak-anak mengenal beragam alat yang dapat membantu mereka mengatur keuangan secara bijak di masa depan. Salah satu topik yang diperkenalkan adalah pentingnya memiliki asuransi sebagai bentuk perlindungan dari berbagai risiko dan potensi kerugian, sehingga mereka dapat membuat keputusan keuangan yang lebih tepat di setiap tahap kehidupan," tutur Angela Anindita.