Minggu, 26 April 2026 WIB

Justice for Players: Gerakan Baru Menyorot Dominasi FIFA atas Pemain

Budi Hermansyah - Selasa, 05 Agustus 2025 14:06 WIB
Justice for Players: Gerakan Baru Menyorot Dominasi FIFA atas Pemain
Zac Goodwin/ dailymail
Presiden FIFA, Gianni Infantino, jadi simbol kekuasaan tertinggi di dunia sepak bola yang kini mulai dikritik oleh gerakan Justice for Players (JfP). Mereka menilai FIFA terlalu dominan dalam mengatur nasib para pemain.

MATATELINGA:Ada yang mulai gerah sama sistem sepak bola dunia, khususnya soal kekuasaan FIFA yang dianggap terlalu besar. Sebuah gerakan bernama Justice for Players (JfP) pun muncul buat menggugat dominasi itu. Di balik gerakan ini ada nama-nama penting, salah satunya Franco Baldini, mantan asisten pelatih timnas Inggris di era Fabio Capello.

Baldini, yang juga pernah jadi pemain dan agen, ngomong blak-blakan soal pengalamannya melihat langsung gimana kuatnya kendali FIFA atas para pemain.

"Sebagai orang yang udah merasakan berbagai sisi dunia sepak bola, aku tahu persis seberapa besarnya kekuasaan FIFA. Kadang keterlaluan."

"Makanya saya bergabung di Justice for Players. Kita mau ngedorong perubahan supaya sistem sepak bola bisa lebih adil dan terbuka," kata Baldini mengutip dari dailymail, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga:

Menariknya, JfP juga didampingi pengacara top asal Belgia, Jean-Louis Dupont. Dia bukan nama sembarangan. Dupont adalah orang di balik kasus Bosman, perkara yang sukses ngeguncang aturan transfer pemain Eropa di tahun 1995. Gara-gara kasus itu, pemain bisa pindah klub secara gratis setelah kontraknya habis.

Gerakan JfP ini ingin membuka mata publik dan menekan FIFA buat berhenti semena-mena terhadap pemain. Selama ini, aturan-aturan yang dibuat FIFA sering membuat pemain seolah cuma menjadi aset bisnis, bukan manusia yang punya hak.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Chelsea  Menghajar   Paris Saint-Germain Dalam Piala Dunia Antarklub FIFA
Berkat Gol Gonzalo Garcia, Fran Garcia dan Kylian Mbappe, Real Madrid Melaju Semifinal
Bellingham Gelandang Real Madrid, Akan Lakukan Operasi
Victor Osimhen, Dimiliki oleh Napoli dan Dipinjamkan ke Galatasaray, Jadi Pembicaraan
Apakah FIFA Mengabulkan Parmintaan Bahrian Tidak Bermain di Indonesia di Kabulkan..?
Dijadwalkan Selesai Oktober 2024, Stadion Teladan Pasca Rehabilitasi dan Renovasi Berstandar FIFA
 
Komentar
 
Berita Terbaru