Matatelinga - Lanus, Bertindak sebagai tuan rumah, awalnya Lanus memimpin laga dengan skor 2-1 atas tamu mereka. Memasuki menit 90 perpanjangan waktu sebanyak lima menit diberikan ofisial wasit, di mana tim yang dilatih oleh Martin Palermo itu menyamakan kedudukan dipenghujung laga.
Sikap keberpihakan ditunjukkan oleh wasit asal Argentina, Andres Merlos, saat memimpin laga antara Lanus kontra Arsenal (Argentina) dengan skor 3-2 dalam lanjutan Divisi Satu Liga Argentina, Jumat 7 November waktu setempat. Merlos diketahui secara sengaja menambah waktu injury time yang sedianya berakhir dengan lima menit.
Sedianya berakhir dengan skor imbang, Merlos tiba-tiba memberikan tambahan empat menit lagi dan mengakhiri pertandingan ketika pemain tuan rumah, Lautaro Acosta mencetak gol kemenangan yang berbau handsball oleh Silvio Romero. Bahkan Merlos membuat keputusan kontroversial lainnya dengan menyatakan offside saat Arsenal mendapat peluang matang mencetak gol.
Merasa dirugikan, pemain dan ofisial Arsenal mengerubuni sang wasit usai peluit panjang terdengar. Bahkan polisi harus turun tangan untuk menyudahi protes keras dari Martin Palermo cs. Sedangkan Presiden klub, Julio Grondona akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Kami akan membuat langkah hukum atas gol ketiga yang diciptakan oleh Lanus, karena pertandingan seharusnya telah berakhir,” ucap Grondona kepada sebuah stasiun radio lokal seperti dikutip EuroSport, Rabu (12/11/2014).
Sementara itu, federasi sepakbola Argentina (AFA) telah mengeluarkan rilis resmi terkait korupsi injury time yang dilakukan oleh wasit Andres Merlos. Dalam rilis resmi AFA, Merlos dijatuhkan hukuman larangan bertugas hingga waktu yang belum ditentukan.
(Mt/Okz)