Berita Sumut

Penganiayaan Terjadi Lantaran Pemintaan Tidak Terakomodir

Administrator
Dieks/Matateling.com
LOPO Cafe tempat terjadinya pemukulan
MATATELINGA. Mandailing Natal -Ironis oknum wartawan disalah satu media di Penyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara kembali menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang, pasalnya oknum wartawan tersebut diduga telah melakukan permintaan sejumlah uang untuk pengamanan terkait usaha tambang yang dimiliki warga masyarakat setempat.



Keterangan penasihat hukum para terdakwa Amrizal SH,MH dalam kererangannya usai sidang pledoi di PN Penyabungan Rabu (3/8/2022) mengatakan hasil dari pemeriksaan yang dituangkan dan BAP penyidik, serta BAP yang diserahkan ke JPU yang menangani perkara tersebut dikatakan empat terdakwa yang kini masih berada di LP Penyabungan masing masing Awaluddin, Salamat Rasoki dan Edi Mansyur Rangkuti.


Baca Juga:Sidang Pembacaan Nota Pembelaan Dalam Perkara Penganiayaan

Persoalan awalnya dipicu oleh permintaan korban Jeffri Barata Lubis terhadap salah seorang pengusaha tambang yang berada di daerah ini, namun permintaan korban Jeffri Barata Lubis sangat terlalu besar terlebih lagi Jeffri mencetuskan perkataan kepada awaluddin "KAU KAN GAK DIPAKEK SAMA KETUAMU" seakan menyepelekan awaluddin dan tidak menghargai orang lain maka hal tersebut membuat terdakwa awluddin spontan memukul jeffri.


Lalu ia pergi menjumpai ketiga terdakwa lainnya yang menunggu diluar TKP yang tadinya para terdakwa mau makan malam bersama di Lintas Timur sambil bilang "TOLONG AKU ABANG RUPANYA MAU MEMERASNYA DIA 30 JT DIMINTANYA 1 ORANG, 4 ORANG DI MADINA DAN 5 ORANG LAGI ADA DI MEDAN".


Penulis
: Didiet
Editor
: Rizky
Tag:madinaMatatelingapanyabunganPemerasanTerkiniwartawan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.