MATATELINGA, Tanjungbalai : Walikota Tanjungbalai, H. Waris Tholib, menunjukkan sikap yang dinilai kontradiktif dalam menyikapi aksi demonstrasi. Ketika warga menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan kritik, Wali Kota tidak terlihat hadir menyambut para demonstran. Namun, pada Rabu (18/9), ia justru tampak antusias menyambut aksi dukungan yang mengklaim keberhasilan pembangunan Kota Tanjungbalai di bawah kepemimpinannya.
"Sebelumnya ada yang mengatakan yang jelek, yang bobrok, alhamdulillah hari ini, anugrah buat kita semua, pemerintah kota, masih ada yang melek menyampaikan yang baik," kata waris tholib
Aksi dukungan ini tampak dikomandoi oleh tim relawan Walikota yang mengklaim mewakili masyarakat. Selain itu, sejumlah peserta aksi, didominasi merupakan pejabat pemerintahan yakni kepala lingkungan. Tanpak juga camat Tanjungbalai Selatan, dan Lurah Selat Tanjung Medan ada disekitarnya aksi tersebut.
[br]
Menariknya, saat diwawancarai oleh wartawan, salah seorang peserta aksi mengaku tidak memahami tujuan dari demonstrasi yang diikutinya. Ia hanya mengikuti arahan dari pihak lain. "Usahola mano nyo, paham paham la kau," ujarnya
Andren Hanif kordinator aksi mengaku tujuan aksi tersebut, untuk memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada walikota Tanjungbalai H. Waris Tholib atas sejumlah penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat.
"Penghargaan ini tentu nya karena kinerja pemerintah kota Tanjungbalai dibawah pemerintahan Walikota Tanjungbalai H. Waris Tholib," kata hanif.
Sebagaimana diinformasikan pada kamis (5/9) lalu, sejumlah masyarakat juga menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Tanjungbalai terhadap kinerja Wali Kota H. Waris Tholib yang dinilai buruk dan anti terhadap kritikan.
Dalam aksi itu, demonstran melepaskan anak bebek dan memberikan piagam berisi daftar panjang "prestasi" negatif selama kepemimpinan H. Waris Tholib. Namun aksi itu hanya disambut oleh Asisten II Walman Riadi P Girsang dan Asisten III Drh. Muslim. (Riki)