MATATELINGA, Simalungun: Anggaran ratusan juga rupiah yang seharusnya digunakan untuk dana tunas di Perkebunan PTPN IV Unit Dolok Ilir, Simalungun diduga ditilap oleh oknum pejabat di sana. Pasalnya hasil investigasi matatelinga.com, menemukan banyak pohon sawit tumbuh dengan pelepah yang kering dan banyak rumput melilit di daun pokok sawit yang mengakibatkan produksi TBS menurun.
[adx]
Tentunya, dengan diabaikannya perawatan rutin setahun dua kali itu membuat kuat dugaan bahwa anggaran untuk tunasan ditilap oleh oknum di sana. Adapun populasi tanaman pohon sawit di area lahan Dolok ilir dengan luas lahan 2.857 Ha, tanaman yang menghasilkan dan bila dihitung dengan luas lahan dikali satu pokok perawatan maka akan menghasilkan sebesar Rp. 565.686.000 per enam bulan.
Salah seorang Aktivis Simalungun Syawal Hasibuan ketika diminta komentarnya mengenai hal ini mengatakan bahwa fungsi Manager harus mampu bekerja dengan penuh tanggungjawab, persoalan tanaman yang kurang terawat pasti akan merusak buah karena kurang giji.
"kita akan mengadukan Manager terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Namanya juga merugikan uang negara, tentu harus dipertanggungjawabkan dong,"bebernya.
Sementara Manager Dolok Ilir Erwin Panggabean ketika dikonfirmasi terkait temuan itu enggan berkomentar banyak.
"Tak usahlah sampai ke Dirut cukup Management Dolok Ilir saja yang mengklarifikasi berita itu. Saya masih di Kantor pusat jawabnya melalui whatshap,"sebutnya.
Setelah adanya komunikasi dari manager tersebut kemudian Asisten Kepala sepakat untuk bertemu. adapun Asisten yang diutus yaitu Syafril Bimon Nasution dan Mhd Reza Haris Siregar pada Senin. ( 29/07/2019 ).
Dalam pertemuan itu mereka menjawab Tanaman Tahun 1997 tidak lagi ada tunasan. Namun mereka tidak berani membantah bahwa banyak juga pokok tidak kena tunasan.
Terkait dugaan korupsi ini awak Media juga sempat mengkonfirmasi Dirut PTPN IV melalui whatshap. "nanti kami cek ya Pak, terima kasih,"jawabnya dengan singkat. (mtc/Boang )