Kamis, 30 April 2026 WIB

Rektor USU Apresiasi Penutupan 9 PTS di Sumut

- Sabtu, 16 Februari 2019 13:03 WIB
Rektor USU Apresiasi Penutupan 9 PTS di Sumut
mtc/net
MATATELINGA, Medan: Langkah Kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti)  menutup  sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara karena tidak adanya dosennya yang mengajar di PTS tersebut diapresiasi Rektor USU Prof. Runtung Sitepu. 


Menurut Runtung untuk berdirinya Perguruan Tinggi atau universitas syarat utamanya itu adalah dosen yang memenuhi syarat minimal seperti di Dikti dan BAN PT. Dimana, setidaknya ada enam orang dosen dalam satu prodi.

"Jadi, kalau syarat minimalnya dari sebuah universitas tidak dipenuhi lagi tentu di khawatirkan nanti adanya penyalahgunaan gunaan yang dilakukan perguruan tinggi yang seperti itu. Tentu, penutupan tersebut tujuannya adalah untuk menjadi pembelajaran bagi yang lain," katanya, Jumat (15/2/2019).

"Jika tidak memiliki lagi standard minimal tersebut tentunya ditutup
Kemenristekdikti. Penutupan itu adalah satu hal yang memang harus dilakukan dalam rangka untuk menertibkan perguruan tinggi yang berdiri tanpa memenuhi syarat minimal tadi. Sikap itu sangat saya apresiasi," sambung Runtung yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara tersebut. 


Dari data Lembaga Layanan Dikti Sumut,  setidaknya masih ada 19 PTS lagi yang akan dilakukan verifikasi. Dimana, jika tidak layak dan tidak ada kemajuan terhadap PTS itu, maka akan dilakukan penutupan. 

Runtung berharap bagi Perguruan Tinggi yang sudah diperingatkan karena sudah ada tahapan pembinaan yang dilakukan oleh Kemenristekdikti melalui LLDikti seharusnya segera berbenah untuk memperbaiki dari kekurangan PTS itu. 

"Jadi bagi Perguruan Tinggi yang sudah masuk dalam pembinaan dan saran-saran rekomendasi untuk dilakukan perbaikan di Perguruan Tinggi itu supaya ditaati karena jika tidak pasti akan ditutup. Saya apresiasi penutupan itu karena sudah pasti itu berdasarkan kriteria," ucapnya. 

Runtung juga mengungkapkan bahwa kalau kriteria yang diberikan oleh Kemenristekdikti kepada PTS tersebut tidak dilakukan, makan banyak masyarakat yang dirugikan. 


"Tapi, saya kira jika ada PTS yang ditutup masih ada mahasiswanya,  seharusnya ditransfer ke PTS yang lain agar tidak ada yang dirugikan. Karena berdirinya Perguruan Tinggi diharapkan bisa dapat mendidik dan mencerdaskan mahasiswa," ungkapnya. 

Untuk diketahui bahwa Kemenristekdikti melalui Lembaga Layanan Dikti menutup sembilan PTS di Sumatera Utara. Diantara sembilan PTS yang ditutup itu dikarenakan tidak ada dosen yang mengajar adalah Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan, Akademi Kebidanan Takasima Kabanjahe, dan Akademi  Keperawatan Takasima Kabanjahe.(MTC)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru