Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut Dukung Pembubaran Banser

- Selasa, 23 Oktober 2018 20:19 WIB
Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut  Dukung Pembubaran Banser
mtc/amel
Ketua Umum GNPF Ulama Sumut, Ustadz Heriansyah usai Rapat Aksi yang digelar di Masjid Raudhatul Islam Jalan Adam Malik Gg Peringatan, Selasa (23/10).
MATATELINGA, Medan : Lantaran anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafadz tauhid bertepatan di Hari Santri di Garut pada Minggu (21/10), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh umat muslim di Sumut dan Indonesia untuk membubarkan Banser. 


GNPF menyatakan pembakaran bendera yang berlafadz tauhid ini adalah penistaan kepada Allah SWT.

"Kita memandang ini puncak dari semua tindakan GP Ansor terutama Bansernya. Bahwa mereka yang menghalangi dakwah dan juga pernah membubarkan pengajian. Bahwa mereka juga dengan sengaja memperlihatkan kebencian mereka pada simbol-simbol suci Islam. Dan kita ingin Banser dibubarkan. Sehingga  peristiwa-peristiwa ini tak akan terus berulang," kata Ketua Umum GNPF Ulama Sumut, Ustadz Heriansyah usai Rapat Aksi yang digelar di Masjid Raudhatul Islam Jalan Adam Malik Gg Peringatan, Selasa (23/10/2018).


Menurutnya Banser seperti preman namun memakai bendera agama. Ada gerakan komunis di balik Banser dan terdapat alasan kebencian kepada agama dan kepada para ulama.

"Untuk itu  kepada kepolisian tangkap dan tindak tegas pelaku. Untuk itu pada Jumat (26/10) mendatang sekitar 5.000 umat akan turun ke jalan untuk menolak Banser dan segera bubarkan Banser, kita akan menuju kantor Kepolisian Daerah Sumut atau Polda Sumut," terangnya seraya berkata bahwa kasus pembakaran bendera berlafadzkan tauhid harus dipermasalahkan. (mtc/amel)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru