Selasa, 14 Juli 2026 WIB
Warga Empat Desa Siap-siap Pulang

Gubsu Tinjau Pengungsi Bersihkan Desa

Admin - Kamis, 13 Februari 2014 20:03 WIB
Gubsu Tinjau Pengungsi Bersihkan Desa
Matatelinga - Karo, Untuk mengetahui kelancaran pemulangan pengungsi bencana erupsi Sinabung, Gubernur Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi pada Kamis (13/2/2014) meninjau desa di luar radius 5 KM. Dalam kunjungan itu Gubsu juga ingin memastikan desa-desa dan infrastrukturnya bisa kembali dihuni dan digunakan warga.

Saat mengunjungi Desa Batu Karang, Kecamatan Payung  misalnya Gubernur mengecek kondisi permukiman, serta ladang. Sambil mengucap salam, Gubsu menghampiri seorang warga yang sedang sibuk bersih-bersih halaman di rumah bernomor 072. Erni Boru Simbiring (30) yang lagi menyapu tampak kaget kalau yang menghampirinya Gubernur.

Kepada Gubernur, Erni menjelaskan sudah tiga hari dia dan warga membersihkan rumah dan desa mereka. Selain kondisi relatif aman dan stabil, saat ini kondisi rumah warga sudah bersih dan dijadwalkan dia bersama warga lain akan kembali ke Desa Batu Karang Jumat (14/2) siang. Kesempatan bertemu orang nomor satu di Provinsi Sumut ini pun tak disia-siakannya. Ibu ini pun langsung mencurahkan kesulitan kehidupannya dan meminta Gubsu melalui Bupati Tanah Karo agar dirinya dan warga laininya diberi pelatihan keterampilan untuk menambah penghasilannya.

"Saya bekerja sendiri, rumah aja numpang, dan untuk berladang lahan tidak punya. Saya  biasanya bekerja di ladang dengan upah Rp 50 ribu per hari, kalau tak ada kerjaan di ladang ya saya jualan," tutur Erni.

Gubsu saat itu langsung merespon bahwa nantinya untuk masyarakat korban pengungsi yang telah pulang akan satu desa akan diberi bantuan Rp 50 juta yang dana itu bisa untuk pelatihan keterampilan ibu-ibu.

"Pelatihan keterampilan seperti buat anyaman,bros, juga kue-kue. Kalau diikuti dengan tekun pelatihan ini bisa membuka peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan," jelas Gubsu yang langsung menghubungi Bupati Tanah Karo via seluler memastikan agar para pengungsi yang telah pulang bisa secepatnya memperoleh bantuan desa yakni satu desa Rp 50 juta dari Kementerian Sosial.

Lewat selulernya, Gubsu menginstruksikan Bupati Kena Ukur Surbakti segera menyalurkan bantuan tersebut karena dananya memang sudah ada dari Kementerian." Satu desa dapat bantuan Rp 50 juta,  ini programnya langsung pak bupati, duitnya sudah ada. Dan yang penting  segera dibuat SK petetapan penerima bantuan bagi pengungsi yang akan kembali ke desa," kata Gubsu.

Setelah meninjau rumah Erni Boru Sembiring, Gubsu melanjutkan mengunjungi rumah warga lain. Warga yang ada langsung menyalami Gubsu dan menyampaikan keluh kesah. Ada juga warga yang memberikan beras hasil panen mereka karena merasa bersyukur desanya yang berada di tak jauh dari kaki Gunung Sinabung akhirnya dikunjungi Gubernur yang didampingi Kepala BPBD Asren Nasution dan Kadis Sosial Alexius Purba. 

Dari rumah-rumah penduduk, melanjutkan kunjungan ke Jambur Batu Karang yang dijadikan posko penyaluran bantuan bagi warga jelang kepulangan mereka. Di tempat ini Gubsu menjelaskan, pemerintah terus mensosialisasikan rencana pemulangan pengungsi dari 16 desa yang berada di luar ring 5 Km. Berdasarkan pantauan  Pusat Vilkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  desa-desa di luar radius berbahaya ini sudah semakin kondusif sehingga bisa dihuni.

Hingga Kamis (13/2) siang kemarin tercatat sudah empat desa yang sudah bersiap-siap dihuni kembali oleh warganya. Empat desa itu adalah Desa Rimau Kayu dan Desa Batu Karang di kecamatan Payung serta Desa Cimbang, dan Desa Ujung Payung di Kecamatan Simpang Empat.

Dari pantauan, warga di empat desa itu terlihat sibuk membersihkan rumah dan pekarangan. Selain menyapu, warga terlihat menyiram jalanan yang masih berdebu karena tertutup abu vulkanik. Rencananya setelah mulai menghuni rumah masing-masing warga juga akan bergotong royong membersihkan ladang-ladang mereka.

" Kita jadwalkan dalam 10 hari ke depan warga sudah bisa memulai aktifitas di ladang. Tanaman apa yang cocok? tentu warga yang tahu kami pemerintah lewat  KementerianPpertanian sudah menyiapkan bibit-bibitnya," imbuh Gubsu kepada warga.

Selain bantuan bibit, bagi warga yang pulang kembali kerumahnya akan mendapat cash for work (padat karya) Rp 50 ribu per kepala keluarga. Tak hanya itu untuk pemerintah juga memberi jaminan hidup Rp 6 ribu per jiwa per hari serta  bantuan Rp 50 juta per desa untuk  pelatihan keterampilan.

Bantuan Kementerian Kominfo
Sebelum mengunjungi desa-desa yang sudah bersiap dihuni kembali oleh warganya, Gubsu menerima bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebanyak 37 truk bantuan logistik dan bahan bangunan diberikan untuk diteruskan kepada pengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Serah terima ini berlangsung di halaman kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl Diponegoro, Medan, Kamis (13/2).

"Bantuan tersebut merupakan bantuan yang digalang oleh bersama operator telekomunikasi dan kalangan stasiun televisi dan radio seperti RCTI, Metro TV,  PT XL Axiata, Indosat dan PT Telkom. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah ditimpa bencana letusah Sinabung," kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring saat melepas bantuan di halaman Kantor Gubsu.

Serah terima logistik ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Medan. Usai penyerahannya, iring-iringan kendaraan berisi bantuan tersebut langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Karo. Selain menyerahkan bantuan, kunjungan Tifatul Sembiring juga untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi dan jaringannya berfungsi secara normal di Kabupaten Karo.

Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, yang menerima bantuan tersebut mengatakan berterimakasih atas kepedulian para donatur, khususnya yang dikoordinir Menteri Komunikasi Tifatul Sembiring, serta masyarakat telekomunikasi Indonesia atas masyarakat yang menjadi korban dampak erupsi Gunung Sinabung. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi terhadap pengungsi lima desa yang akan direlokasi ke lokasi aman.

Gubsu menyampaikan, tugas yang sedang dilakukan Pemprovsu dan instansi terkait lainnya terhadap para korban erupsi Sinabung di Tanah Karo, melakukan sosialisasi di 5 masyarakat desa yang berada di radius 5 Km ke bawah tentang bahaya mereka tinggal di situ. "Disamping aspek UU, masyarakat juga tidak dibenarkan tinggal di radius kurang dari 5 Km. Kemudian mengajak warga setempat agar siap direlokasi," ucapnya.

Gubsu menyampaikan, kalau pihaknya bersama Pemkab Karo saat ini sedang mempersiapkan lahan untuk direlokasi terhadap masyarakat di 5 desa, sebanyak 1000 KK atau 8000 ribu jiwa. "Tugas berikutnya mensosialisasikan kepada masyarakat yang berada di atas 5 Km, bahwa radius itu adalah aman. Sehingga mereka siap untuk pulang kembali ke tempat tinggal asalnya. Rencananya ada 4 desa yang akan kita pulangkan, atau dengan jumlah 1806 KK. Nantinya, saat mereka melakukan bersih-bersih terhadap rumahnya, pemerintah akan memberikan dana bantuan Rp 50 ribu per KK, ditambah jaminan hidup dari Kementerian Sosial RI Rp 6000 per jiwa, dan dari Menteri Pertanian memberikan bibit-bibit untuk pertaniannya," papar Gubsu.

Sedangkan Menteri Tifatul Sembiring mengatakan, bahwa bantuan yang akan dibawa ke Kabanjahe dari halaman kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30 Medan pada hari itu sebanyak 37 truk yang berasal dari mitra-mitra kerja Kementerian Kominfo RI, seperti dari sejumlah perbankan, perusahaan operator telekomunikasi, perusahaan, TV, radio, serta lainnya. "Sumbangan ini langsung diberikan kepada Pemprovsu atau Gubsu, untuk dikoordinasikan langsung ke bawah. Adapun nilai seluruh 37 truk ini sekitar Rp 10 miliar lebih. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu para pengungsi erupsi Sinabung," ucapnya.

(Adm)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru