Warga Labusel Heboh, Disangka Babi Seekor Tapir Masuk ke Lokasi Pekuburan Cina
- Selasa, 19 Desember 2017 06:47 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Labusel: Warga Kota pinang digegerkan dengan penangkapan seekor Tapir yang masuk ke lokasi Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Senin (18/12/2017).
Penangkapan tersebut, bermula saat Frengki Samosir yang merupakan penjaga melihat seekor hewan besar hitam mirip seperti babi.Kemudian ketika mendekati hewan tersebut, hewan yang dicurigai lari ke arah tembok Kuburan Cina yang bersebelah dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok.
Warga sekitar beramai-ramai melakukan penangkapan. Saat ditangkap, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. Diduga akibat tergores saat melarikan diri. Agar tak melarikan diri, warga mengikat keempat kaki hewan tersebut.
Mendapat informasi adanya penangkapan binatang Tapir , pihak Kepolisian dan Dinas Peternakan Pemkab Labusel langsung mengevakuasi dan dibawa ke tempat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Air Merah untuk dilakukan perawatan.
Kondisi tapir yang berhasil ditangkap warga butuh perawatan lebih serius. Balai Besar konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah III Sumut berencana mengevakuasi hewan langka yang dilindungi itu ke tempat rehabilitasi.
"Ya, akan dibawa ke tempat rehabilitasi," ungkap Kepala Seksi Konservasi BKSDA Sumut Wil VI Kotapinang, Darmawan kepada wartawan di lokasi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Air Merah Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel.
Karena menurut dia, hewan berbulu hitam putih bernama latin indicus dan merupakan hewan langka yang dilindungi itu, harus mendapat perawatan terlebih dahulu.
Salah seorang dokter hewan dari pihak Barumun Nagori, drh Evi Wulandari mengatakan, hewan tapir berjenis kelamin jantan dan memiliki berat badan lebih kurang 300 kg mendapat luka di sekujur tubuhnya. "Saat warga melakukan tindakan rescue, menyebabkan beberapa luka di tubuh tapir," ujarnya.
Untuk menyelamatkan hewan tersebut, pihaknya memberikan sejumlah injeksi antibiotik dan lainnya ke tubuh tapir tersebut. "Selain itu, kita juga menyiramkan beberapa kali sejumlah bahan untuk mengantisipasi infeksi di tubuhnya," papar Evi.
Untuk mencegah Tapir tersebut kelaparan, pihak BBKSDA memberikan sejumlah buah-buahan untuk makanan binatang berbelalai pendek tersebut.