Kamis, 16 Juli 2026 WIB

Soal Penganiayaan Mahasiswa , PEMA USU Beberkan Kronologisnya

- Senin, 23 Oktober 2017 14:15 WIB
Soal Penganiayaan Mahasiswa , PEMA USU Beberkan Kronologisnya
mtc/ist
Pemerintahan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara menyayangkan tindak represif yang diduga dilakukan satuan pengamanan kampus terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Immanuel Silaban. Saat ini Immanuel Silaban kritis, dan dirawat di ICU RS Columbia Med
MATATELINGA, Medan: Pemerintahan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara menyayangkan tindak represif yang diduga dilakukan satuan pengamanan kampus terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Immanuel Silaban. Saat ini Immanuel Silaban kritis, dan dirawat di ICU RS Columbia Medan.

Yosua Yordan Manalu, Gubernur FIB USU menyebutkan sebelumnya telah terjadi perkelahian antara satpam dengan Immanuel Silaban.

"Dari keterangan saksi yang ada di lapangan, pada hari Rabu (18/10/2017) , Satpam USU bernama Slamet datang ke Lapangan Futsal FIB. Immanuel berada di sana. Sempat terjad cekcok antara satpam dan Nuel. Tiba tiba satpam memukul Nuel. Terjadi perkelahian," Kata Yosua saat Konferensi Pers di Gedung PEMA USU, Senin (23/10/2017).

Setelah baku hantam, Slamet meninggalkan lokasi. Namun Slamet kembali datang bersama Satpam lainnya sekitar pukul 22.10 WIB. Dia kembali mengajak Nuel berkelahi. Namun mahasiswa FIB yang berada di lokasi berupaya menahan. Bentrokkan tidak terelakkan. Dalam bentrokan itu, seorang mahasiswa bernama Niko Simangunsong mendapat luka di bagian badan karena dipukul dengan kursi besi.

Pascabentrokan itu, Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, sekira 40 orang Satpam datang ke depan Kampus FIB sambil membawa pentungan dan balok. Salah seorang Satpam bernama Fandi Martopo menyampaikan kalimat bernada ancaman sambil memegang sebilah parang.

"Hari ini kami satpam kalah 1 : 0, tapi darah harus dibayar darah," Kata Yosua menirukan ucapan Fandi.

Saat itu,Dekan FIB Budi Agus Tono melakukan mediasi dengan Satpam dan mengatakan akan membawa masalah itu ke ranah hukum. Namun Fandi tetap mengancam akan membalas perbuatan itu. Sekitar pukul 22.00 WIB Immanuel keluar dari kampus dengan mengendarai sepeda motor bersama Frima.

Sesaat kemudian, Immanuel kembali masuk ke Kampus FIB karena dikejar sekumpulan Satpam. Immanuel terjatuh di pintu masuk FIB. Diapun lari ke dalam kampus. Namun Satpam menemukan Immanuel dan langsung menghajarnya.

"Dia dianiaya menggunakan Balok yang tertancap paku, linggis, rantai, dan pentungan. Aksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh puluhan satpam secara membabi buta. Immanuel kemudian diseret masuk ke dalam mobil patroli," pungkas Yosua.

Para mahasiswa kemudian mencari keberadaan Immanuel. Mereka mendatangi markas Satpam dan meminta pertanggung jawaban. Mereka berunjuk rasa.

Budi Agustono yang hadir melakukan dialog dengan pihak Satpam  bersama kepolisian. Hasilnya, mereka menemukan jalan buntu. Mereka belum mengetahui dimana keberadaan Immanuel.

Ternyata Immanuel dirawat di RS Bhayangkara. kemudian dia dirujuk ke RS Columbia untuk mendapat perawtan di ICU. Pihak keluarga juga sudah melaporkan kasus kekerasan itu ke Polrestabes Medan. Sampai sekarang kondisi Immanuel masih sekarat dan dirawat di RS Columbia Medan.  (mtc)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru