MATATELINGA, Medan: Sedikitnya 2.000 massa yang tergabung dari berbagai ormas Islam, Jumat (8/9) siang (hari ini) menggelar unjuk rasa di Vihara Borobudur Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Medan Baru, terkait konflik yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho melalui Kasat Intel Polrestabes Medan AKBP B Siallagan ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Kamis (7/9/2017) sore membenarkan jika adanya unjuk rasa yang digelar pada Jumat sore. Namun pihak kepolisian tidak ada mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Pendapat (STTPP).
"Titik kumpul massa di Mesjid Agung. Setelah menunaikan Sholat, massa yang mencapai 2.000 berencana menuju Vihara Borobudur," ujarnya.
Menurut Undang-Undang No 9 Tahun 1998 sambungnya, tidak boleh ada kegiatan berunjuk rasa di rumah ibadah.
"Mengatur tidak bisa berunjuk rasa di rumah ibadah. Pengawalan dari pihak kepolisian maksimal saat unjuk rasa berlangsung. Diharapkan kepada massa tidak ada yang berbuat anarkis," imbaunya.
(Mtc/rel)