Sabtu, 08 Agustus 2026 WIB

Efendi Simbolon : Brantas Mafia Tanah dan Preman

- Kamis, 31 Agustus 2017 08:05 WIB
Efendi Simbolon : Brantas Mafia Tanah dan Preman
Google
MATATELINGA, Medan: Meski kalah Pilgubsu sebelumnya,anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Effendi Muara Sakti Simbolon pernah kalah, tetapi tetap  menyatakan sikap dan siap untuk kembali maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2018.

Keinginannya untuk maju kembali, berangkat dari rasa prihatinnya terhadap kondisi Sumut yang masih jauh dari sejahtera, akibat penguasa yang tak berpihak pada rakyat. Salah satunya terkait persoalan pertanahan.

Effendi menilai banyak tanah eks-perkebunan maupun kawasan hutan yang harusnya dikuasai negara, kini justru dikuasai oleh preman dan para mafia. Penguasa yang harusnya bisa mengantisipasi kondisi tersebut pun justru seolah melakukan pembiaran.

"Kita harus jujur lah, jangan lagi kita kelola Sumut ini hanya untuk kepentingan kita. Jangan kemudian kita hanya dihadapkan pada program ke program yang semuanya untuk pribadi-pribadi. Seperti soal tanah, banyak sekali pihak yang ingin mengelola areal lahan eks PTPN bekas maupun hutan lindung. Itu kan habis begitu saja dibagi mafia-mafia di Sumut ini," kata kepada wartawan di Medan, Rabu (30/8/2017).

"Kita harus berani melawannya, tapi yang melawannya jangan yang preman juga. Bagaimana preman melawan preman. Kita harus berani melawan preman. Bukan preman lawan preman," ujar politikus PDIP itu.

"Kalau saya jadi gubernur, enggak perlu ngomong-ngomong. Kita kembalikan (tanah) itu ke negara. Mafia dan premannya kita habisin. Enggak ada urusan," tegasnya.

Untuk bisa bersikap tegas terhadap para mafia dan preman itu, kata Effendi, dibutuhkan gubernur yang berani dan bersih serta berani membuat reformasi pertanahan. "Ketika saya diberikan kewenangan oleh negara dan konstitusi, saya lakukan itu. Ketika saya diambil sumpah, itu yang saya lakukan dahulu. Kita kembalikan (tanahnya) ke negara," akunya.

Effendi Simbolon sebelumnya pernah maju di Pilgub Sumut 2013 berduet dengan Jumiran Abdi. Namun, pasangan itu kalah suara dengan Gatot Pudjo Nugroho-Tengku Erry Nuradi yang kemudian jadi pemimpin Sumut.


(Mtc/Okz)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru