Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Puncak Hari Kemanusiaan, Mensos Khofifah dan Gubsu Erry Salurkan Bantuan PKH dan Rastra di Siosar

Gubsu Erry Targetkan Akhir 2017 Pemkab Karo Harus Selesaikan Relokasi Pengungsi
- Selasa, 22 Agustus 2017 18:45 WIB
Puncak Hari Kemanusiaan, Mensos Khofifah dan Gubsu Erry Salurkan Bantuan PKH dan Rastra di Siosar
MATATELINGA, Kabanjahe: DR H T Erry Nuradi menargetkan penyaluran dana untuk pengadaan perumahan dan lahan pertanian bagi 2.015 kk atau 7.142 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung yang belum mendapat hunian tetap dapat teralisasi paling lama akhir tahun. Hal itu ditegaskannya pada acara Puncak Hari Kemanusiaan Dunia sekaligus Penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa di relokasi erupsi Sinabung Kecamatan Siosar Kabupaten Karo, Selasa (22/08).

Dalam kesempatan itu Menteri Sosial Khofifah didampingi Gubsu menyerahklan simbolis bantuan Jaminan Hidup untuk 624 KK warga Desa Kutarayat yang telah kembali dari pengungsian senilai Rp 2.164.500.000,-, pemberian Paket Sembako sebanyak 1.011 paket untuk penghuni hunian tetap Siosar dan penerima jaminan hidup dari Desa Kutarayat senilai Rp 202.200.000,-.

Terkait keberadaan pengungsi korban erupsi, Gubsu dalam kesempatan itu meminta Pemkab Karo agar dapat mempercepat proses penyaluran dana untuk tempat tinggal dan lahan pertanian. Karena masih ada ribuan pengungsi yang bertahan di 8 titik pengungsian.

"Kondisi erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2010 sampai dengan hari ini belum ada tanda -tanda akan berakhir. Ini tentunya menjadi perhatian kita semua. Hari ini saja masih terdapat 8 pengungsian sebanyak 2.015 kk atau 7.142 jiwa," ujarnya di hadapan ratusan warga masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Karena itu, Erry mengatakan bahwa warga korban erupsi yang sudah mendapat tempat tingga tetap di Siosar harus bersyukur karena sudah mendapat tempat kediaman dan lahan pertanian.

Dalam kesempatan itu Gubernur mengatakan bahwa pemerintah segera melakukan tindakan penanganan yang lebih komprehensif, dan sudah dikoordinasikan bahwa paling lambat akhir tahun 2017 ini semua pengungsi yang ada tersebut akan diberikan dana untuk mencari tempat tinggal dan lahan pertanian. "Ini harapan semua, agar bisa ditindaklanjuti karena sudah terlalu lama mereka di pengungsian. Bupati harus terus sosialisasi dan lakukan percepatan proses pemulangan pengungsi," kata Erry .

Hari ini , kata Erry, PKH yang ada di Sumut mendapat fasilitas pendampingan sebanyak 1.234 pendamping. Pada tahun 2018 akan ditambah lagi 563 pendamping baru yang akan memberi pelayanan kepada seluruh masyarakat penerima PKH. Demikian juga bantuan sosial lainnya, lanjut Erry,  khususnya Tanah Karo Simalem sebanyak Rp 43,291 M bantuan PKH disalurkan selama tahun 2017 bagi 9.052 kepala keluarga senilai Rp 17,108 milyar. Demikian juga untuk Beras Sejahtera (rastra) disalurkan sebanyak  19.042 kk senilai Rp 26,118 milyar. "Mudah-mudhan dengan bantuan pada peringatan hari kenansuiaan sedunia  ini dapat kita tanamkan jiwa sosial membantu sesama," ujar Erry.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Kemensos terlibat dalam membantu untuk logistik, pastikan beras cukup. Kemensos membantu logistik, kabupaten  bisa keluarkan 100 ton beras, kalau sudah terpakai Pemprov bisa keluarkan beras sebanyak 200 ton, dan kalau sudah itu terpakai baru Kemensos. Mensos memastikan jajaran di bawahnya agar jangan sampai ada masyarakat kelaparan dan logistik selalu aman. Sedangkan jaminan hidup diberikan kepada seluruh pengungsi yang dihitung perjiwa 900 ribu per bulannya. Terkait penyiapan lahan dan rumah dikoordinasikan oleh BNPB, kalau rumahnya sudah jadi, isi hunian tetap baru tanggungjawab mensos.

Terkait Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia Khofifah mengatakan mestinya peringatan jatuh tanggal 19 Agustus, namun rangkaian sudah dimulai sejak 4 Agustus sampai akhir bulan ini. Di Indonesia peringatan ini dilaksankan masuk tahun kedua, namun secara internasional sudah digelar selama 13 tahun. "Dari rasa kemanusiaan kita bisa saling menghormati, menyayangi  melayani tolong menolong, ternyata kita berbeda dipersatukan Indonesia, beda suku budaya sehingga komitmen kita tidak secara simbolik, namun indonesia menunjukkan kepedulian atas nama kemanusiaan sudah diberikan sejak indonesia merdeka kepada negara yang terancam kelaparan dan yang mebutuhkan," kata Mensos. (mtc/ril)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru