Jumat, 17 Juli 2026 WIB

33% Masyarakat Sumut Tak Punya Akses Air 'Sehat'

- Kamis, 06 Juli 2017 09:11 WIB
33% Masyarakat Sumut Tak Punya Akses Air 'Sehat'
Mtc/ist
MATATELINGA, Medan: Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan Jr meresmikan penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi keluarga berpenghasilan rendah (MBR) di Lingkungan V Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Rabu (5/7/2017).



Ikut menyakasikan peresmian tersebut Plt Sekda Provsu Ir Ibnu Sri Hutomo, Konsul Amerika di Medan Mr Juha P Salin, Pimpinan USAID Matthew Burton, Cief of Party IUWASH PlUS Indonesia, Louis O Brien, Walikota Medan Dzumi Eldin, Plt Sekda Provsu Ibnu S Utomo, Direktur Limbah PDAM Heri Batangari dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Dubes Amerika Serikat Joseph Donovan mengaku senang dapat menghadiri kegiatan USAID IUWASH PLUS dan bisa bertemu dengan mitra USAID di Kota Medan, Sumut.

Dikatakan Dubes bahwa air bersih merupakan inti dari kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Ironisnya lanjut Joseph Donovan saat ini baru setengah penduduk Indonesia tidak memiliki akses ke layanan sanitasi, dan hal ini berisiko munculnya penyakit. Bahkan di Sumut tercatat 33 persen masyarakat belum memilik akses air yang baik.

Air, sanitasi dan penyakit terkait higiene, seperti diare, hepatitis A dan demam tifoid adalah penyebab kematian di Indonesia. Faktanya, penyakit diare menjadi penyebab 25% kematian anak-anak di Indonesia. Dibeberkannya Proyek USAID IUWASH PLUS sebesar 39,6 juta dolar bekerja di 8 provinsi untuk meningkatkan layanan air minum dan sanitasi di Indonesia, dengan fokus utama 40% penduduk tenniskin. Di Sumatera Utara, USAID IUWASH PLUS bekerja di 5 kota/kabupaten.

Selama lima tahun, proyek itu akan menyediakan peningkatan akses air bersih bagi 1 juta penduduk dan peningkatan akses sanitasi layak bagi 500.000 penduduk di Indonesia, USAID IUWASH PLUS bermitra dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan sistem pengelolaan tinja yang komprehensif dari rumah tangga dengan tangki septik yang layak, hingga layanan penyedotan dan pengolahan tinja di tingkat kota.

Sementara itu Walikota Medan Dzumi Eldin mengatakan bahwa Pemko Medan telah mengintergrasikan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang merupakan program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional.  "Kami meminta dukungan penuh Pemprovsu dalam realisasi penyediaan air bersih. Karena hingga saat ni Kota Medan defisit air bersih,"ujar Eldin.



Lebih lanjut dikatakan Eldin bahwa pihaknya menargetkan 30 persen proyek sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dan pihaknya siap membangun sistem perpipannya.

(Mtc/amr/rel)
 
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru