Matatelinga.com, Pengelola judi maruto berinisial AP, menjadi target operasi (TO) pasca
kejadian penyerangan yang dilakukan saat petugas melakukan penggerebekan
judi. Jumat (22/4/2016) kemarin.
Kapolsek Sunggal Kompol Harry Azhar Sabtu (23/4/2016),
menjelaskan arena judi yang digerebek itu mulai beroperasi sejak pukul
15.00 Wib-22.00 Wib. Namun, saat penggerebekan itu aktifitas perjudian
langsung terhenti. Sedangkan para pemain kocar-kacir menyelamatkan diri.
“Bentrokan ini terjadi ketika mobil anggota dilempari oknum tertentu,” ujarnya, Jumat malam.
Mendapat
perlawanan dari pemain dan Bandar, sambung dia, pihaknya kemudian
menambah kekuatan dari Polresta Medan dibantu pasukan Brigade Mobil
(Brimob) Polda Sumut, Sat Shabara dan Sat Reskrim Polresta Medan. Namun,
setelah berhasil menguasai lokasi beberapa pemain berhasil kabur.
“Beberapa
pemain berhasil kabur, tetapi satu diantaranya seorang Pegawai Negeri
Sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Provinsi Sumut bernama Toga Siregar,
kita amankan berikut mobilnya dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 1875 JS
jenis CRV hitam,” ujarnya.
Sedangkan beberapa orang lainya,
sambung dia, juga diamankan, salah satunya Indra (40). “Kalau yang satu
ini (Indra) seorang pekerja judi. Dialah yang menyembunyikan alat
pemutar dadu itu. Karena saat diamankan dia sedang berada didalam mobil
Xenia dengan Nopol BK 1168 ZQ bersama dadu dan alat putarnya,”sebut dia.
Kemudian,
masih kata dia, pihaknya juga mengamankan dua unit mobil lainya jenis
Kijang Innova BK 1662 JI dan Xenia putih BK 1402 IO, termasuk
diantaranya empat orang yang diduga menjadi pekerja judi yakni Nagis ,48,, Raju ,43, Irwan Syahputra ,21, Suris, ,31, dan Bahriun ,68.
“Semua
orang ini kita amankan untuk diperiksa dan dikembangkan untuk proses
selanjutnya. Sedangkan mobil-mobil itu kita amankan sebagai barang
bukti,”terangnya.
Dia menjelaskan, selama ini lokasi perjudian
itu beroperasi dengan pengawalan oknum tertentu dan dijaga dengan ketat.
Bahkan, untuk bisa masuk ke arena harus melewati beberapa pengamanan
yakni pintu gerbang, pintu masuk dan portal. Sehingga, petugas mengalami
kesulitan untuk memasuki lokasinya. Apalagi jalan masuk hanya satu
jalur.
“Pintu masuk ke areal ini hanya ada satu. Itupun harus
melewati beberapa penjagaan dan dikawal oleh oknum tertentu sehingga
anggota sangat kesulitan untuk menertibkan,”jelasnya.
Ditanya
mengenai Bandar judi tersebut berinisial AP alias Aping, saat ini
pihaknya sedang melakukan pengejaran. “Yang bersangkutan sedang kita
kejar, kalau oknum itu kita akan berkoordinasi dengan pompinannya,”
(Mtc)