Matatelinga.com, Mencegah
terjadinya pelanggaran pemilihan, Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan
Kota Medan menggelar Forum Diskusi Pilkada bertajuk "Mengawal Perbaikan
Daftar Pemilih Sementara (DPS), Mengawasi Daftar Pemilih Tetap (DPT)
untuk Pilkada yang Demokratis dan Bermartabat. Acara akan dilaksanakan
Senin (28/9/2015) di Hotel Pardede Medan.
Akurasi daftar pemilih sangat penting dalam pemilihan kepala daerah.
Daftar pemilih Tetap (DPT) akan berkolerasi pada anggaran pengadaan
logistik. Sedangkan banyaknya pemilih tidak memenuhi syarat masuk dalam
daftar pemilih menjadi potensi manipulasi perolehan suara.
Ketua Panwas Medan Raden
Deni Admiral mengatakan penuyunan daftar pemilih di Medan masih
menyisakan persoalan. Hasil pegawasan masih ditemukan adanya pemilih
yang sudah pindah masih terdaftar. Ada juga pemilih terdaftar ganda,
berstatus TNI/Polri dan penduduk yang sudah meninggal dunia.
"Ada juga penduduk yang belum teraftar," katanya, Kamis kemarin.
Seperti terjadi di
Medan polonia, ditemukan 2 warga belum tedaftar, 60 orang ganda, telah
meninggal dunia sebanyak 8 orang dan 165 orang sudah pindah domisili.
Ada juga 2 orang pemilih belum berumur 17 tahun masuk dalam DPS. Di
Medan Perjuangan ditemukan 1.567 kesalahan data, 21 pemilih ganda, 106
telah meninggal dunia dan 593 orang sudah pindah domisili.
Selanjutnya,
di Medan Timur, ditemukan 6 orang penduduk belum terdaftar, 1.568
kesalahan data, 15 telah meninggal, 47 orang telah pindah, 1 orang
TNI/Polri dan 6 orang fiktif. Medan Tuntungan ditemukan 10 orang
penduduk belum terdaftar, 2086 orang kesalahan data, 27 orang tercatat
ganda, 85 orang telah meninggal dunia, 60 orang pindah domisili dan 1
orang berstatus TNI/Polri.
"Ini masih 4 kecamatan. Kami sedang menghimpun berbagai temuan. Temuan ini kami sampaikan ke KPU untuk perbaikan," katanya.
Panwas
juga menemukan adanya ketidaksingkronan antara jumlah pemilih
ditetapkan dalam Pleno Panitia Pemilihan Kecamatan dengan DPS yang
ditetapkan KPU dan dipublis melalui sistem informasi daftar pemilih
(Sidalih).
Dia mengatakan, diskusi ini penting dilakukan agar
daftar pemilih yang akan ditetapkan nanti lebih akurat. Akurasi data
akan meminimalisi manipulasi hasil perolehan suara. Sebagaimana dalam
beberapa pemilihan umum (Pemilu) lalu, ditemukan adanya penggunaan hak
memilih orang lain, dan dugaan penggelembungan suara.
Diskusi ini, Panwas Medan mengundang Ketua KPU Medan dan elemen masyarakat sebagai pembicara.
"Ini
(diskusi, red) bagian dari pencegahan pelanggaran. Kita berharap dengan
diskusi ini, pemutakhiran daftar pemilih akan semakin tersosialisasikan
ke masyarakat dan daftar pemilih dapat lebih akurat," katanya.
(Mtc)