Matatelinga.com, Kota
Medan saat ini menghadapi banyak permasalahan perkotaan seperti banjir,
terjadinya kemacetan, meningkatnya polusi, berkurangnya ruang publik, masalah
persampahan dan lain sebagainya. Konsep smart
city dapat dipergunakan sebagai solusi dalam mengatasi kemacetan, sampah
berserakan maupun pemantau kondisi lingkungan di suatu tempat.
Demikian
disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis
diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Setdakot Medan,
Drs Hasan Basri MM pada acara Presentasi Lomba Karya Ilmiah dalam rangka Hari
Kebangkitan nasional 2015 di Balai Kota Medan, Kamis (17/9/2015).
Menurut Hasan, sebagai salah satu contoh
konsep smart city dapat dipergunakan
mengurai kemacetan. Pada saat kenderaan
dalam keadaan merayap di jalanan, ada sensor di lampu lalu-lintas yang nantinya akan memindai keadaan
lalu-lintas sehingga membuat lampu hijau lebih lama untuk jalur yang merayap.
Selain
itu tambah Hasan lagi, smart city
juga dapat dipergunakan untuk kawasan yang dipenuhi sampah. Jika sensor
ditempatkan di lokasi yang banyak sampah, maka sensor langsung dapat membacanya.
Selanjutnya datanglah alat pembersih untuk membersihkan kawasan yang dipenuhi
sampah berserakan tersebut.
“Sebuah
kota dengan dukungan teknologi pintar dalam menunjang aktifitas sehari-hari,
tentunya akan semakin memudahkan. Meski demikian harus didukung pola pikir masyarakat
yang cerdas , seperti tidak membuang sampah sembarangan, tiadak merusak ruang publik
maupun hal-hal lain yang sifatnya negatif,” kata Hasan.
Untuk
menumbuhkan konsep smart city inilah
bilang Hasan, Baltibang Setdakot Medan menggelar lomba karya tulis ilmiah.
Tujuannya untuk menumbuhkan dan mengembangkan inovasi maupun kreatifitas putra/putri
bangsa Indonesia, khususnya Kota medan
dalam membuat karya tulis ilmiah guna mendukung kemajuan pembangunan Kota
Medan.
Apalagi
ungkap Hasan, minta menulis karya tulis ilmiah sangat rendah dan merupakan hal
yang sulit bagi beberapa kalangan, seperti pelajar, mahasiswa dan pegawai di
lingkungan Pemko Medan sendiri. Salah satu penyebabnya kurangnya minat membaca,
padahal dengan membaca jendela dunia akan terbuka lebar. Kemudian pola piker akan
berkembang dan timbul rasa tahu, sehingga muncul ide-ide yang bisa dituangkan
dalam karya tulis ilmiah.
Atas
dasar itulah melalui lomba karya tulis ilmiah yang akan dipresentasikan ini,
mantan Kadis pendidikan Kota Medan itu berharap agar para peserta pelajar dan
mahasiswa dapat m,embangkitkan kebiasaan menulis dan penyaluran aspirasi agar
dapat melahirkan generasi muda yang inspiratif, kreatif dan inovatif.
“Sedangkan
untuk peserta umum, saya juga mengharapkan agar kebiasaan menulis ini dapat
ditularkan kepada orang-orang di sekelilingnya. Dengan demikian masyarakat kita
akan semakin cerdas, sehingga upaya untuk mengembangkan konsep smart city dapat terwujud,” harapnya.
Dijelaskan
Hasan, lomba karya tulis ilmiah ini diikuti 57 orang peserta yang berasal dari
pelajar sebanyak 13 orang, mahasiswa (24 orang) dan umum (20 orang). Tema yang
yang diangkat dalam tulisan, “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Mewujudkan Medan
Sebagai Kota Cerdas (Smart City)”.
Sebagai
dewan juri, Hasan mengundang Dr Azhar
Umar M.Pd (Universitas Negeri Medan), Dr Eng Indra (Univesitas Sumatera Utara)
dan Dra Hj lailan Safina Hasibuan MSi (Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara).
Setelah
dilakukan seleksi terhadap tulisan yang masuk, dewan juri selanjutnya menetapkan
15 peserta yang masuk 15 besar. Selanjutnya para peserta melakukan presentasi
dihadapan ketiga dewan juri. Berdasarkan presentasi yang dilakukan, dewan juri
akhirnya memutuskan para pemenang karya tulis ilmiah tersebut.
Adapun
pemenangnya untuk katergori umum, juara
pertama diraih Nur’afifah Hasbih Nasution (Dosen UIN & Universitas Potensin
Utama) judul Jalanku Go.Id, Aplikasi Perbaikan jalan menuju Medan Smart City,
juara kedua Koko Tampubolon SP (Penyuluh Pertanian) judul Potensi tanaman Akar
Wangi Dalam Fitoremediasi Logam berat Untuk Mewujudkan Medan Cerdas, sedangkan
juara ketiga Agus oloan Naibaho (Guru SMAN 3 Medan) judul Pemanfaatan Destilasi
Air Minum Tenaga Surya Sebagai Sumber Air Bersih Alternatif Menuju Medan Kota cerdas.
Di
kategori mahasisa, juara pertama M. Fachri Zahjari (ITM) judul Atatis Prototype Gerakan Hemat Listrik Dalam Mewujudkan
Medan Smart City, Roberto Andio Haloho (STMIK Tri Guna Dharma) judul Smart Trafficc
Light Using Tsukamoto Methode sebagi juara kedua dan Hasnatul Dina (USU) judul Melalui
Inovasi Teknologio Medan Command Center Sebagai Upaya Strategis Mewujudkan
Medan Smart City.
Sedangkan
untuk kategori pelajar, juara pertama Andiva Liesty Amelia (SMA Harapan 1)
judul Penerapan Medan City History Berbasis Android Menuju Kota Cerdas, juara
kedua Faisal Rais (SMAN 15 Medan) judul Membangun Kawasan Mantragi Untuk
Mewujudkan Kota Medan Sebagai Kota Cerdas dan fadillah Hamid D (MAN
Laboratorium UIN) judul Inovasi Pemanfaatan Potensi pekarangan Rumah Sebagai
Bank Sayur Organik Menggunakan Metode Tanam Vertikultur Di Kota Medan.
(Mtc/Hendra)