Matatelinga.com, Saat
pertandingan berlangsung dan PSMS Medan tertinggal, tria bintang tiga
ini mengaku sangat tegang membayangkan ekspektasi suporter Ayam Kinantan
terhadap gelar juara yang sangat tinggi.
"Saya
stres bukan memikirkan PSMS kalah. Tapi atas ekspektasi para warga dan
pendukung PSMS di Piala Kemerdekaan ini. Mereka semua merindukan juara
dan gelar ini adalah salah satu harapannya. Selamat buat kalian
semuanya," ujar Edy Rahmayadi di lapangan usai pertandingan.
Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi tak memungkiri bahwa ketegangan
melandanya saat partai final antara PSMS Medan melawan Persinga Ngawi di
Gelora Bung Tomo, Surabaya, Ahad (13/9/2015) malam kemarin. Menurutnya
gelar ini pantas dirayakan dan dijadikan momentum kebangkitan sepakbola
Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan khususnya.
"Mudah-mudahan ini menjadi awal bagus buat prestasi PSMS ke level selanjutnya," sambungnya.
Selain itu, pria yang juga merupakan pembina di PSMS ini mengharapkan Legimin Rahardjo dkk jangan menggelar euforia berlebihan.
"Kalian
jangan cepat puas diri, masih ada prestasi lain yang harus dikejar.
Ingat, euforia berbeda tipis dengan kesombongan," tegas Edy.
Sementara
itu pesta gelar juara Piala Kemerdekaan yang diraih PSMS Medan tak
hanya terjadi di Gelora Bung Tomo. Di Kota Medan, ribuan suporter Ayam
Kinantan yang menggelar nobar melanjutkannya dengan menggelar konvoi di
jalan pusat kota hingga di depan Stadion Teladan.
Euforia
membawa trofi Piala Kemerdekaan ini akan kembali mereka lanjutkan saat
menjemput PSMS Medan di Bandara Kualanamu, Selasa (15/9/2015) pagi.
Kampak FC, SMeCK Hooligan dan PSMS Fans Club bersama-sama dan sudah tak
sabar menanti kedatangan skuat Ayam Kinantan.
"Kita
mendapat kabar dari suporter di Medan. Mereka semua nanti akan
menjemput kita dan konvoi menuju Mes Makodam," beber Andry Mahyar
Matondang Manajer PSMS Medan.
(Mtc)