MEDAN - Matatelinga, Sepasang anak insan melakukan mesum di kos kosan Jln PWS Gang Kerang Kelurahan Sei Putih Timur 2, Medan Petisah, Selasa (17/2/2015) jam 17.00 wib., digrebek ibu kos dengan kondisi tanpa berbusana.
Sepasang anak kost, Niko Yudha ,21, dan kekasihnya Rahmawati br Hasibuan alias Rahma ,17, di dalam kamar kost di belakang Masjid Al - Yasamin, langsung di arak ibu kos kantor Lurah Sei Putih Timur 2, Medan Petisah. Pasangan kekasih itu digrebek pemilik kost, bu Pas (55) saat baru selesai berbuat mesum di dalam kamar kost Niko.
Informasi dihimpun, bu Pas menggerebek keduanya, setelah dia mendengar ada suara mendesah yang datang dari kamar Niko. Setelah curiga ada suara perempuan, dia pun menguping untuk memastikan temuannya itu.
Setelah beberapa menit, wanita berkerudung itu pun sudah tidak lagi mendengar suara desahan keduanya. Bu Hajjah itu menduga, bahwa mereka sudah selesai melakukan hubungan badan tersebut.
Usai melakukan hubungan seks, Rahma pun tertidur di dalam kamar dalam kondisi telanjang bulat, sementara Niko asyik bermain dengan laptop nya. Tidak lama, bu Pas pun mengetuk pintu kamar Niko yang terkunci dari dalam kamar. Sementara warga yang tahu kejadian itu, berkumpul di depan rumah berpagar besi hitam tersebut untuk menyaksikan aksi penggerebekan pasangan mesum itu.
Setelah membuka pintu kamar dan ternyata yang mengetok pintu adalah ibu kost nya, Niko pun terkejut setengah mati dan tak bisa berbicara apa-apa lagi. "Tadi dia dimarah-marahi sama bu Pas," kata warga sekitar saat di lokasi.
Setelah marah dan emosi karena membawa wanita ke dalam kamar, bu pas pun mengusir Niko dari kamar kost tersebut. Kemudian, bu Pas menghubungi Kepling 7, Rahmad Adi Wijaya untuk membawa mereka dari rumahnya. "Sudah kuperingatkan, dilarang membawa perempuan ke dalam rumah ini. Ternyata, kau melanggar larangan di rumah ini, keluar kau," kata bu Pas.
Akhirnya, pasangan tersebut pun menjadi tontonan warga yang sudah berkumpul di depan rumah bu Pas. Setelah melihat pasangan kekasih itu keluar, warga pun menyoraki mereka sebelum dibawa ke kantor lurah.
"Sudah 4 Kali Bersetubuh"
Ternyata, aksi mesum yang dilakukan wanita berusia 17 tahun bersama kekasihnya, sudah 4 kali mereka lakukan. "2 kali lah kami melakukan di dalam kamar kost si Niko," ujar Rahma sewaktu di kantor Lurah Sei Putih Timur.
Dengan kedua tangan menutup wajahnya, Rahma mengaku setiap mereka libur kerja, maka Rahma yang tinggal di Bandar Setia, Tembung tersebut datang ke kamar kost Niko yang memang dipanggil Niko. "Si Niko yang manggil aku supaya datang ke kost nya," ujar Rahma.
Diterangkannya lagi, di dalam kamar yang disewa Rp 500 ribu per bulan itu, mereka sudah 2 kali bersetubuh, sedangkan 2 kali lagi mereka lakukan di kamar kost teman Niko. "Kami sudah melakukan 4 kali. 2 kali di dalam kamar kost Niko. 2 kali lagi di kost kawan Niko," sebut Rahma yang memang hanya tamatan SD tersebut.
Masih kata wanita dari Kabupaten Labuhan Batu itu, setelah melakukan persetubuhan dengan kekasihnya, dia tidak menyesal. "Saya tidak menyesal. Saya sebelumnya sudah suka sama Niko," katanya percaya diri.
Sedangkan Niko kepada awak koran ini mengaku siap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Rahma. Bahkan, dia akan menikahi Rahma, apabila Rahma harus meminta dinikahi. "Saya bertanggungjawab bang. Saya siap menikahi Rahma malam ini juga. Saya sudah mempermalukan dia di depan masyarakat seputaran kost saya," ujar Niko.
Ternyata, niat Niko itu dimentahkan oleh keluarga Rahma yang datang ke kantor lurah. Seorang wanita yang mengaku bibi nya itu bahkan membentak Niko dihadapan warga yang menonton mereka. "Kau mau tanggungjawab. Kau laki-laki yang tidak bermodal. Gayamu pulak mau bertanggungjawab," ujarnya.
Bahkan, wanita itu meminta uang Rp 20 juta apabila ingin menikahi Rahma. "Perempuan ini pun wanita jalang. Kalau kau mau menikahinya, siapkan uang mu 20 juta sekarang," ujarnya.
Sementara kepling 7, Rahmad Adi Wijaya mengaku meminta kedua pasangan berlainan jenis itu untuk memanggil saudara atau keluarga mereka, agar mengetahui perbuatan yang mereka lakukan. "Kita akan perrtemukan kedua keluarga dan memberitahukan apa yang terjadi. Kemudian, kita akan serahkan keduanya," ujar Rahmad.